Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mendes Abdul Halim Dukung Indonesia Spice Up Lewat BUMDes

Mendes Abdul Halim Dukung Indonesia Spice Up Lewat BUMDes



Berita Baru, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Indonesia Spice Up The World secara virtual, Rabu (30/6).

Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan itu, Halim Iskandar menjelaskan soal pemetaan potensi dan BUMDes yang mendukung Program Indonesia Spice Up The World.

Menurutnya Abdul Halim, Kemendes PDTT akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait dengan potensi Industri Gastronomi. Sedang untuk BUMDes, lanjutnya, masih terus dilakukan identifikasi Potensi.

“Ada potensi Jahe dan Jahe Merah, ada 13 BUMDes yang teridentifikasi dan terus dilakukan pendampingan,” kata Mendes Abdul Halim Iskandar.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim juga menuturkan soal potensi lain yang dikelola BUMDes, yaitu bawang merah dan kemiri di 11 BUMDes; potensi pala dan cengkeh di tujuh BUMDes; lada, Gula Merah dan Gula Semut di enam BUMDes; serta potensi Kunyit, Kencur, Cabai dan Sereh Wangi di 11 BUMDes.

“Ini yang sekarang kita identifikasi, konsolidasi dan terus lakukan pendataan bersamaan dengan proses pemetaan dan pendataan BUMDes menuju Berbadan Hukum,” ungkapnya.

Gus Halim berharap, lahirnya UU Cipta Kerja bisa membuat BUMDes berbadan hukum dan memperluas cakupan kinerja BUMDes nantinya. “Kami berharap, layaknya BUMDes yang telah sukses ekspor kopra dan vanila, nanti dukungan berbagai pihak, bakal lahir BUMDes yang juga lakukan ekspor,” tukasnya Gus Menteri.

Seperti diketahui, Indonesia Spice Up The World adalah sebuah gerakan nasional yang sedang diusung pemerintah untuk tujuan meningkatkan nilai ekonomi di pariwisata, perdagangan dan investasi melalui industri gastronomi.

Gerakan nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kordinasi Maritim dan Investasi ini sudah digodok sejak Bulan Juni 2020 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari unsur pentahelix (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Asosiasi, Pemerintah dan Media). Rencana akan diluncurkan di Dubai World Expo Oktober mendatang.