Berita

 Network

 Partner

Mencekam! Ratusan Oknum Pesilat Bentrok dengan Warga Jatirembe Gresik

Mencekam! Ratusan Oknum Pesilat Bentrok dengan Warga Jatirembe Gresik

Berita Baru, Gresik – Suasana mencekam, bentrokan sekelompok oknum pesilat dengan warga terjadi di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng. Massa yang berjumlah ratusan itu merusak sebuah warung kopi tepatnya di jalan poros desa perbatasan Desa Jatirembe dan Dusun Kedungbanteng. Kemudian, perkelahian memuncak di lapangan bola desa setempat yang jaraknya tidak jauh dari warkop.

Informasi yang dihimpun, bentrokan berlangsung selama lebih dua jam, sejak sekitar pukul 17.00 Wib hingga 20.00 Wib. Bermula saat sekelompok oknum simpatisan perguruan silat itu datang dari dua arah, yakni arah timur dan selatan. Setibanya di warung kopi di Desa Jatirembe, tanpa basa-basi mereka secara membabibuta langsung menghajar seorang pemuda sales rokok yang tengah ngopi.

Mengetahui bentrokan itu, warga sekitar keluar rumah dan menyerang massa perguruan di Lapangan Desa Jatirembe. Sedangkan massa yang bentrok di Warung langsung membubarkan diri ke arah selatan Jalan Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Berita Terkait :  Baku Dorong dengan Polisi, Mahasiswa BSI Margonda Berhasil Bergerak ke Istana

“Sebelumnya warga sempat menyuruh massa perguruan untuk membubarkan diri, namun massa tidak langsung buyar, melainkan berhenti di depan tugu perumahan Bumi Jati Permai Desa Jatirembe, karena merasa ditantang warga langsung menyerang massa perguruan,” papar Kepala Desa Jatirembe, Miftahul Hadi, Jum’at (22/10).

Ia mengungkapkan, sekelompok pemuda itu berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Mereka tiba-tiba menyerang dan merusak isi warung milik warga. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun seorang sales rokok mengalami luka di bagian hidung.

“Mereka tiba-tiba menyerang warung kopi milik warga. Sehingga warga pun akhirnya keluar rumah dan meredam mereka, sampai akhirnya kericuhan terjadi, seorang sales rokok mengalami luka,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Diduga Dukun Santet, Satu Keluarga di Lombok Tengah Disumpah

Tidak lama berselang, petugas Pengendalian Massa (Lanmas) Polres Gresik dan petugas Polsek Benjeng melerai warga dan massa oknum perguruan silat.

“Sekitar pukul 19.30 WIB, sudah reda. Namun warga masih was-was takut ada serangan balik,” jelasnya. 

Masih lanjut Hadi, imbas bentrokan tersebut, isi Warkop rusak porak-poranda. Dinding warkop yang terbuat dari seng jebol bahkan ada bekas sayatan diduga bekas senjata tajam.

“Rusak esbes, pintu, dan barang dagangan diacak-acak, dan beberapa titik seng warkop jebol,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Benjeng AKP Lukman Hadi mengatakan, tidak ada korban dalam insiden bentrok warga dan massa perguruan itu. 

“Kami sudah siap siaga, dan aparat sudah siap di lokasi, sehingga hal sesuatu tidak apa terjadi,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telponnya.

Berita Terkait :  Akselerasi Siak Hijau, Bupati Alfedri Luncurkan Kebijakan Transfer Anggaran Berbasis Ekologi

Dikatakan, warga juga sempat dihadang oleh massa perguruan massa yang berkeliaran di Jalan Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

“Semuanya sudah selesai,karena kita dengan kekuatan besar,” jelasnya.

Ditambahkan Sholeh, tim gabungan berjumlah 50 personil dari anggota Polsek dibantu anggota Polres Gresik diterjunkan untuk menetralkan massa di lokasi.

“Alhamdulillah masa konvoi sudah bisa bubar, gerombolan tadi mengaku akan balik di wilayah Dawar Blandong dan Lamongan. Tidak ada korban dari kejadian tersebut sekarang sudah kondusif,” tandasnya.

Peristiwa itu juga mengakibatkan jalur sepanjang ruas jalan Duduksampeyan-Benjeng macet panjang. Sementara korban yang mengalami luka dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Semen Gresik.