Berita

 Network

 Partner

Israel

Memperingati Peristiwa 1973, Israel Mengeluarkan Dokumen Internal dalam Perang Yom Kippur

Berita Baru, Internasional – Untuk memperingati peristiwa lumpuhnya pertahanan Israel oleh serangan senyap pasukan gabungan dari negara Arab—Mesir, Suriah, dan Libya—pada 6 Oktober 1973, Pemerintah Israel menerbitkan empat belas (14) dokumen internalnya.

Dokumen ini diterbitkan oleh Israel State Archives pada Rabu (6/10), bertepatan dengan 48 tahun pascaserangan.

Melalui dokumen tersebut, siapa pun bisa melihat secara sekilas bagaimana kekacauan yang terjadi kala itu, termasuk bagaimana para pimpinan Israel memahami dan menyikapinya.

Seperti diulas oleh Sputniknews.com, Kamis (7/10), dokumen internal ini mencakup 14 transkip pertemuan mendesak Pemerintah Israel selama perang, dua puluh satu 21 dokumen konsultasi keamanan politik nasional, dan 26 cerita yang ditulis langsung—tulisan tangan—oleh Eli Mizrahi Kepala Perdana Menteri Israel.

Berita Terkait :  Agresi Militer Israel, PBNU Bantu Palestina Melalui NU-Care Lazisnu

Dalam salah satu dokumen, terungkap bahwa beberapa pihak seperti Menteri Pertahanan Israel Moshe Dayan dan Perdana Menteri Golda Meir sama sekali tidak menyangka serangan Koalisi Arab bisa sedemikian itu.

“Saya cukup meremehkan kekuatan musuh dan terlalu percaya pada kekuatan kita, sendiri. Tapi, ternyata mereka bertarung dengan cara yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Dayan sebagai sosok yang juga terlibat dalam kemenangan Israel atas Arab pada 1967.

Dalam dokumen lain, Meir mengakui secara terbuka, “Saya katakan ini secara sadar bahwa kita tidak pernah menghadapi bahaya seperti ini sebelumnya.”

Di akhir cerita, pertempuran yang pecah tepat saat Ramadan ini dimenangkan oleh Israel dengan intervensi Amerika, meski dari pihak Koalisi Arab menyangkal.

Berita Terkait :  Iran Menuduh AS dan Israel Biang Kerok Impian Bebas Nuklir Timur Tengah

Bagi Koalisi Arab, pemenang dari perang Yom Kippur ini bukanlah Israel, tapi mereka. Sebab pertahanan Israel sudah hancur di tangan mereka.