Membayangkan Anawrin | Puisi Hendry Krisdyanto

Sumber: Pexels Radu Florin

Membayangkan Anawrin
(Puisi, Hendry Krisdyanto)

Membayangkan Anawrin

I/
Aku menahan tangis seorang diri
Kesedihanku ditandai jawaban waktu
Yang telah menciptakan lelaki
Untuk Anawrin yang kucintai

Aku menahan tangis seorang diri
Bersama bulan yang remang
Tertimbun mendung
aku merenungi nasib
pada setiap kenyataan tentangnya

Bagaimana nasib cintaku Tuhanku?

II/
Masih tentang mendung
Yang berkabung
Di pelupuk mataku, Anawrin
Tentu aku berharap semoga
Hujan tak turun
Hari ini

Sebab, pernyataannmu sempurna
Menenggelamkanku
Di laut harapanku

Aku hanya duduk
Dalam kamar
Seorang diri

Luka ini milikmu, Anawrin
Aku tak mengenalnya
Jauh sebelum mengenalmu.

III/
Kau menatap langit luas
Aku menatap linang mataku

Sedang perpisahan
Adalah satu dari sekian harapanmu

IV/
Aku-kamu saling
Berbagi decak kagum

Kubagi sepenuhnya suka
Kau kasih dalamnya luka

V/
Aku menatap matamu lekat

Kau bingung, siapa yang akan
lebih dulu kau tatap.

Yogyakarta, 2020

Hendri Krisdiyanto lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Karyanya pernah dimuat di: Minggu Pagi, Kabar Madura, Koran  Dinamikanews, Nusantaranews,  Radar Cirebon, Radar Banyuwangi, Bangka Pos, Rakyat Sumbar,  Tanjungpinangpos, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Flores Sastra, Apajake.id, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya :Suatu Hari Mereka Membunuh Musim(Persi, 2016), Kelulus (Persi, 2017), The First Drop Of Rain, (Banjarbaru, 2017) dan Suluk Santri, 100 Penyair Islam Nusantara (Hari Santri Nasional, Yogyakarta, 2018) Sekarang aktif di Garawiksa Institute, Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan