Membangun Komunitas Kesehatan Masyarakat Internasional

Komunitas Kesehatan Masyarakat Internasional
Ilustrasi: istimewa
Veronica-Saraswati

Veronika Saraswati

Kepala,
China Unit CSIS


Pentingnya Persatuan dan Solidaritas

Persatuan dan kerja sama merupakan elemen terkuat yang harus dimiliki oleh komunitas internasional untuk mengatasi epidemi. Sementara Solidaritas adalah roh yang dihasilkan oleh perpaduan beragam emosi. Solidaritas dan persatuan mengandaikan kerja sama timbal balik, dan persatuan sejati adalah kerja sama tanpa syarat. Persatuan tidak hanya ada di antara orang-orang yang berpikiran sama, namun bisa saja berangkat dari perbedaan. Sebab, faktor penentu dalam mewujudkan kerjasama adalah semangat untuk bersatu dan bersolidaritas satu sama lain.  

Saat ini, situasi anti-epidemi global masih diliputi awan gelap. Keterbatasan pengetahuan manusia dalam menghadapi munculnya pandemi ini menjadikan tindakan penyembuhan dan penyediaan vaksin sebagai usaha pencegahan pandemi belum dapat dilakukan. Pandemi Covid-19 menyebar di seluruh dunia dan telah menjadikan dunia dalam keadaan darurat kesehatan publik global yang paling serius sejak akhir Perang Dunia II dan telah menjadi ancaman besar bagi keselamatan kehidupan manusia dan kesehatan fisik. Pandemi ini telah menjadi tantangan besar bagi keamanan kesehatan masyarakat global. Pandemi ini sementinya menyadarkan manusia bahwa adalah tidak mungkin untuk membela kepentingan individu atau kepentingan terbatas suatu negara saja, namun adalah juga sangat penting untuk melindungi kepentingan bersama masyarakat internasional. Tidak cukup hanya fokus pada masalah yang mewujud nyata, namun lebih jauh lagi diperlukan visi strategis dan perspektif jangka panjang. Konsep Kesehatan Manusia dan Komunitas Kesehatan menganjurkan persatuan dan kerja sama semua negara di dunia, dan merupakan satu-satunya pilihan yang tepat untuk menyelesaikan masalah di atas. Seperti yang dibuktikan dalam hukum sejarah manusia.

Orang dan pemerintah dari semua negara harus mengambil tindakan aktif, bersatu untuk memerangi pandemi, dan bekerja sama untuk memenuhi tantangan baru dalam membangun peradaban manusia yang lebih baik lagi. Untuk menjadi kelompok yang memiliki persatuan, manusia hanya perlu menghadapi semua manusia lain dengan tulus, sehingga setiap manusia dan negara dapat merasakan kehangatan hati setiap manusia yang berpadu di dalamnya. Jika manusia dan negara tidak memiliki semangat persatuan, maka komunitas internasional ini tidak dapat disebut sebagai kelompok, namun hanya kumpulan manusia yang hanya memiliki pikiran yang sama. Persatuan adalah landasan keberhasilan mencapai sesuatu yang diidealkan. Tanpa persatuan, tidak akan ada keberhasilan yang akan diraih. Ini adalah prinsip yang tidak berubah sejak dahulu.

Komunitas Kesehatan Manusia

Visi filosofis ‘common destiny’ dinyatakan oleh Presiden Xi Jinping mengingatkan bahwa seluruh manusia di dunia tanpa kecuali memerlukan kesehatan sebagai syarat terutama untuk keberlanjutan hidup. Sebab tujuan manusia hidup adalah untuk melanjutkan kehidupan. Berangkat dari pendekatan humanistik yang menegaskan manusia sebagai inti terutama dari filsafat, Presiden China Xi Jinping menginisiasi ide visioner tentang pembangunan komunitas kesehatan manusia. Konsep visioner ini ingin mengajak seluruh pemimpin negara untuk melakukan pendekatan kolektif (collective approach) dalam merencanakan pembangunan manusia dan generasi masa depan. Pendekatan kebajikan China kuno tentang penghargaan tinggi pada alam semesta membuat pemerintah China sampai masa sekarang selalu menempatkan manusia sebagai bagian penuh dari alam semesta. Sehingga manusia selayaknya bekerja sama dalam mengatasi beragam hal kontradiksi dengan alam, seperti serangan wabah semisal pandemi Covid-19 ini. Pembangunan komunitas kesehatan manusia adalah ide bijaksana yang merupakan kontribusi penting pemerintah China untuk masyarakat internasional dalam mempersiapkan generasi manusia selanjutnya dan masa depan peradaban manusia. Berangkat dari konsep manusia sebagai bagian dari alam semesta, pemikiran filosofis China selalu mengingatkan pentingnya manusia membangun harmoni dengan alam semesta, salah satunya adalah dengan menjunjung tinggi konsep ‘common destiny’ mengingat manusia hidup dengan cara mendiami satu bumi yang sama.

Berita Terkait :  Tidak Siap New Normal, Tangerang Raya Memperpanjang PSBB

Membangun ‘common destiny’ menjadi visi membangun peradaban manusia yang dinyatakan oleh Presiden China Xi Jinping, yang merupakan kontribusi penting pemikiran filosofis Tiongkok  bagi seluruh dunia. Cita-cita ‘common destiny’ menyerap kebijaksanaan dalam ajaran Tao Te Ching yang ditulis untuk memecahkan masalah dunia. Pemikiran Tao Te Ching mengandung kekayaan akan ajaran nilai kebijaksanaan untuk kehidupan peradaban manusia termasuk ‘common destiny’. Jika ajaran filosofis ‘common destiny’ ini dijadikan sebagai visi manusia yang fundamental, maka sebenarnya visi ‘common destiny’ menyediakan sumber kebijaksanaan dan pengetahuan untuk dapat memecahkan berbagai krisis kehidupan manusia. Salah satu krisis yang menimpa seluruh manusia di dunia dengan tidak memperhitungkan ras, suku bangsa, aliran agama, perspektif politik adalah pandemi Covid-19. Konsep visioner ‘common destiny’ pada dasarnya berakar pada perspektif ekologi ‘dunia adalah satu-satunya tempat yang biasa dihuni manusia  天下为公 世界大同’ (tian xia wei gong, shi jie da tong).

Komunitas kesehatan manusia yang sejalan dengan konsep filosofis ‘common destiny’ dan ide visioner ini merupakan interpretasi yang jelas dari visi kebajikan Presiden Xi Jinping tentang konsep ‘common destiny’ manusia di bidang kesehatan. Pada acara pembukaan Konferensi ke-73 Majelis Kesehatan Dunia di China, Presiden Xi Jinping menekankan bahwa “Kemanusiaan adalah bagian utuh dari ‘common destiny’, solidaritas dan kerja sama adalah senjata paling ampuh untuk mengatasi pandemi ini, Presiden Xi Jinping juga menyatakan dan secara aktif menyampaikan saran yang sangat bermanfaat untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian pandemi. Inisiatif China untuk mempromosikan kerja sama dalam mengatasi pandemi global ini menunjukkan bahwa China sangat menjunjung tinggi semangat membangun kesehatan manusia. Ide ini juga mencerminkan tanggung jawab besar China sebagai negara besar yang bertanggung jawab untuk berpikir serius tentang kesehatan manusia di dunia saat ini dan pada masa depan. Kepemimpinan China saat ini sangat diharapkan mengingat keberhasilan China dalam memerangi pandemi Covid-19; pemulihan dan kebangkitan ekonomi China yang cepat setelah berhasil mengatasi pandemi ini. Dua keberhasilan ini dicapai oleh pemerintah China sebagai hasil dari strategi pembangunan system kesehatan yang tepat dan efektif di China. Sistem kesehatan yang baik di China disertai kemuliaan dan ketulusan hati masyarakatnya merupakan faktor pendorong China untuk membantu banyak negara lain yang sedang menghadapi kesulitan dalam mengatasi pandemi. Meskipun membutuhkan biaya besar China dengan rela hati bertukar pengetahuan dan pengalaman berharga dalam mengatasi pandemi Covid-19 dengan negara lain yang membutuhkan; secara aktif menanggapi keinginan komunitas internasional yang ingin belajar dari pengalaman dan praktik mengatasi pandemi Covid di China. Selain memberikan bantuan pasokan medis dan kesehatan, China juga secara aktif melakukan bantuan teknis dan pertukaran tenaga medis dalam kerja sama membangun komunitas kesehatan manusia. Sementara sambil melakukan langkah pencegahan dan pengendalian situasi pandemi di dalam negerinya, China juga telah mengambil inisiatif untuk bertindak, memberikan dukungan, bantuan dan bimbingan kepada negara lain dan masyarakat internasional demi menjalankan etika tanggung jawabnya. China menunjukkan sikap tidak saja sebagai bangsa besar hanya dalam kekuatannya, tetapi juga dalam hal mewujudkan tanggung jawabnya pada dunia.

Berita Terkait :  Semua Manusia Memiliki Masa Depan Bersama ”Common Destiny”

Kebajikan memberi tangan untuk yang sedang menderita dan pandangan visioner membangun komunitas kesehatan masyarakat internasional sebagai wujud konkrit dari visi filosofis ‘common destiny’ merupakan buah pemikiran filosofis bijaksana dan visioner. Masyarakat internasional menaruh harapan besar pada China untuk memimpin dunia dalam mewujudkan tatanan internasional yang lebih adil dan imparsial termasuk di sektor kesehatan. Komunitas kesehatan internasional ini mengajukan metode bekerja sama dan saling membantu sebagai syarat utama dalam mengatasi pandemi; bersama-sama membangun komunitas internasional untuk kesehatan manusia; dan bekerjasama dalam bidang ekonomi dan keuangan untuk mengatasi masalah ekonomi serius sebagai dampak pandemi. Dalam perjalanan mengatasi pandemi global ini, China memikul tanggung jawab sebagai kekuatan utama dalam memerangi pandemi Covid-19 melalui tindakan nyata yakni donasi bantuan kepada negara lain dan mempromosikan kerja sama masyarakat internasional untuk pembangunan kesehatan manusia dan komunitas kesehatan.

Manusia hanya memiliki satu bumi untuk hidup, oleh karena itu semua bangsa harus berbagi dunia dan menjalankan konsep ‘common destiny’. Komunitas internasional semakin menjadi komunitas takdir di antara kita semua, di antara seluruh umat manusia. Dalam menghadapi situasi kompleks masalah global seperti krisis ekonomi, kekacauan politik, masalah kelaparan dan kemiskinan, konflik bersenjata dan peperangan, masalah lingkungan, pandemi tidak ada negara yang dapat kebal terhadap hambatan dan dillema tersebut.

Konflik Membawa Penderitaan, Kerjasama Membawa Kesejahteraan

Presiden Xi Jinping dengan penuh persahabatan yang hangat mengajak seluruh pemimpin negara untuk membangun hubungan pertemanan yang baik dan bekerjasama. ‘Persahabatan dan kerjasama’ merupakan karakter kuat bangsa China yang lahir dari konsep harmoni dalam hidup manusia. Pandangan filosofis China tentang harmoni ini telah menjadi api semangat dalam melestarikan budaya masyarakat China sampai sekarang ini. Di dalam harmoni terkandung makna dasar perdamaian, yang merupakan antitesa dari konflik dan perang. Presiden Xi Jinping dalam semangat membangun visi dunia harmoni aktif mempromosikan kerjasama berdasarkan persatuan kepada masyarakat internasional. Persatuan dan kerjasama merupakan nilai-nilai kebajikan dalam pandangan filosofis ‘common destiny’ yang semestinya dijadikan misi untuk bekerja sama dalam memerangi pandemi Covid-19 dan pandemi lainnya yang mungkin akan terjadi lagi di masa depan.

Berita Terkait :  Slavoj Žižek: Pilih Komunisme atau Barbarisme? Sesimpel Itu! [Bab X]

Presiden Xi Jinping menekankan bahwa sangat penting untuk bersama-sama membangun komunitas kesehatan masyarakat internasional. Ide visioner yang disampaikan Presiden Xi tentang komunitas kesehatan masyarakat internasional sangat penting untuk disambut baik dan didukung penuh, sebab ide ini lahir di tengah situasi dunia yang tengah suram memerangi pandemi Covid dan ekonomi dunia yang jatuh akibat pandemi ini. Ide membangun komunitas kesehatan masyarakat internasional memberi harapan baru untuk memperkuat kepercayaan semua negara dalam memerangi dan bekerja sama untuk menangani krisis kesehatan publik global di masa depan. Sebab kesehatan adalah masalah utama yang harus menjadi tanggung jawab semua manusia di dunia.

Hanya metode kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan manusia di bumi. Sebab konflik dan perang hanya akan membawa penderitaan dan kejatuhan ekonomi. Ujaran kebencian dan tuduhan yang tidak beralasan yang bertujuan untuk membangun opini negatif terhadap negara lain hanya akan makin merusak tatanan dunia. Konflik yang berdasarkan pandangan rasialisme justru hanya akan makin memperburuk ekonomi suatu negara. Mendiskreditkan World Health Organization (WHO) dan membuat tuduhan yang tidak memiliki dasar argumentasi objektif hanya akan makin merusak tatanan dunia saat ini dan memperparah efek pandemi Covid. Justru di tengah keadaan buram inilah, Presiden Xi Jinping mengingatkan seluruh elemen masyarakat internasional akan hakikat manusia hidup lewat pembangunan komunitas masyarakat internasional. Diharapkan komunitas kesehatan internasional ini mampu memberikan dukungan penuh pada WHO dalam menjalan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai institusi kesehatan tertinggi di dunia; memperbaiki sistem tata kelola keselamatan dan kesehatan masyarakat; dan meningkatkan kecepatan tanggap darurat terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat. China sebagai negara yang memiliki kompetensi tinggi dalam inovasi baru dalam bidang teknologi tinggi peralatan medis diharapkan berperan besar dalam membantu negara lain yang masih tertinggal; system kesehatan di China yang tertata sangat baik dan maju juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pedoman untuk negara lain yang membutuhkan. Di sinilah pentingnya membangun budaya kerjasama (pendekatan kooperatif) dalam masyarakat internasional.

Kontribusi besar yang bijaksana dan visioner selayaknya disambut baik, kepadanya diucapkan terima kasih dan didukung penuh lewat langkah implementasi nyata demi mewujudkan tatanan internasional yang lebih baik.

Terbit juga diGuojiribao.com
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan