Melawan Teror Covid-19, Mahasiswa Pertanian Unej Kampanye Ketahanan Pangan

    Saat mahasiswa membuat tanaman hidroponik (Foto: Beritabaru.co/ Sholeh)

    Berita Baru, Jember – Ledakan pandemi Covid-19 yang menjelma menjadi teror telah berhasil melumpuhkan sendi-sendi ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Untuk melawan itu, mahasiswa Pertanian Universitas Jember berinisiatif membuat Tanaman Hidroponik di sekitar rumah Kost Mahasiswa di Jl. Belimbing III No. 39 RT 02 RW 16, Jember Lor, Patrang, Kabupaten Jember.

    Mahasiswa jurusan Agroteknologi Universitas Jember, Irfan Harianto mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, mahasiswa harus terlibat aktif dalam mengkampanyekan gerakan kemandirian pangan berbasis keluarga dan lingkungan.

    “Gerakan ini dilakukan dengan tetap mengikuti imbauan pemerintah terkait physical distancing,” kata Irfan Harianto, Rabu (8/4).

    Sementara itu, pegiat pertanian Jember, Hamzah Arif memberi dukungan kampanye ketahanan pangan bagi masyarakat saat work form home.

    “Kita tidak bisa beharap banyak kepada pemerintah. Kita harus menggerakkan ketahanan pangan di tiap keluarga dan tetangga sekitar kita,” tegas Hamzah.

    Hamzah menambahkan, teknologi Hidroponik ini tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga dapat dibuat di perumahan yang mempunyai lahan sempit.

    “Kebutuhan dapur bisa ditopang dengan hidroponik ini, mulai dari sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, cabe, pakcoy, sawi sampai buah tomat,” tambahnya.

    Hamzah juga menjelaskan bahwa kebutuhan karbohidrat seperti nasi dan roti bisa diganti dengan menanam umbi-umbian, seperti yang sudah diterapkan di pedesaan .

    “Minimal kita mulai dari keperluan keluarga sehari-hari di dapur, seperti ketela, singkong dan lain-lain,” ungkapnya.

    Sementara itu, Sekretaris 2 Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember, Sholeh Avivi, memberi apresiasi ihwal ketahanan pangan ini.

    Menurutnya, sosialisasi gerakan ini dapat dilakukan secara online, mengingat imbauan pemerintah terkait social distancing.

    “Tim perlu membuat pamflet, pelatihan daring atau video pendek yang berisi tentang teknik bercocok tanam secara hidroponik,” kata Avivi.

    Kemudian, dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember itu, juga berharap kepada mahasiswa untuk memikirkan kebutuhan bibit bermutu sehingga dapat ditanam oleh masyarakat umum.

    “Semoga keberlanjutan gerakan ini dapat sustainable atau berkelanjutan agar memberi manfaat bagi masyarakat perkotaan maupun di pedesaan, hingga wabah Covid-19 ini berakhir,” pungkasnya. [*]

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan