Melawan PSG, Guardiola akan Pakai Taktik ala Barcelona

-

Berita Baru, Sepakbola – Pelatih Pep Guardiola menyatakan siap untuk menggunakan taktik ala Barcelona pada pertandingan melawan Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (29/4) dini hari waktu Indonesia.

Semifinal Liga Champions musim menjadi menjadi pencapaian terbaik Guardiola bersama Man City usai tiga musim terakhir mentok di perempat final saja. Karenanya, pelatih asal Spanyol itu tidak ingin membuang momen baik ini untuk bisa melangkah ke final.

Guardiola tidak ingin gegabah pada pertandingan nanti. Guardiola mengaku akan memakai taktik yang diterapkan mendiang Johan Cruyff ketika masih melatih Barcelona.

“Saya belajar dari Johan Cruyff, ketika sebuah tim sampai pada tahap ini, hanya ada satu cara yang bisa dilakukan, yaikni menikmati permainan,” terang Guardiola kepada Mirror.

“Nikmati tanggung jawab dan tekanan. Nikmatilah kenyataan bahwa tim tidak sering mengalami situasi seperti ini. Pemain top menikmati situasi ini karena mereka merasa punya tanggung jawab,” kata Guardiola.

Dengan menikmati permainan dan menganggapnya sebagai laga persahabatan, Guardiola mengatakan bahwa pemain-pemain top bisa mengangkat trofi Liga Champions, dan klub-klub besar memenangi turnamen ini.

“Itulah yang ingin saya lihat di tim saya, dan itulah yang akan kami lakukan,” tutur Guardiola.

Pada tahun 1992, permintaan Johan Cruyff kepada para pemainnya supaya menikmati permainan sebelum laga Barcelona vs Sampdoria di final Liga Champions terbukti berhasil. Barcelona menang 1-0 atas Sampdoria dan juara Liga Champions di Stadion Wembley.

“Kalimat mistis itu (terucap) hanya satu menit sebelum kami masuk ke (lapangan) Wembley. Yang pertama adalah ‘keluar dan nikmati’,” kata pelatih 50 tahun itu.

“Saya bukan Johan Cruyff, tetapi saya akan memberi tahu para pemain agar menikmati perjalanan, kopi di terminal, hotel malam ini, makan malam kami sambil nonton semifinal lain, dan kemudian, esok harinya, jalan-jalan, latihan,” tambah Guardiola melanjutkan.

Guardiola sadar, betapa sulitnya mencapai babak semifinal Liga Champions. Eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu harus menunggu hingga musim kelima untuk sampai pada babak empat besar.

“Itulah kenapa Cruyff memiliki ide, ‘Begitu kita tiba di final Liga Champions, tidak ada alasan khawatir, sedih, atau khawatir tentang apa yang akan terjadi. Jika kita kalah, kita akan coba lagi musim depan’,” tutup Guardiola.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments