Mata-mata Suruhan AS dan Israel di Iran Telah Dijatuhi Hukuman Mati

-

Berita Baru, Internasional – Salah seorang mata-mata Amerika Serikat (AS) dan intelijen Israel untuk Qassem Soleimani telah dijatuhi hukuman mati. Iran mengatakan pada hari Selasa (9/6), bahwa kasus itu tidak terkait dengan pembunuhan Soleimani.

“Mahmoud Mousavi-Majd, salah satu mata-mata untuk CIA dan Mossad, telah dijatuhi hukuman mati. Dia telah berbagi informasi tentang keberadaan martir Soleimani kepada musuh-musuh kita,” kata juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi .

“Dia menyampaikan informasi keamanan kepada agen-agen intelijen Israel dan Amerika tentang angkatan bersenjata Iran, khususnya Garda,” kata Esmaili menambahkan.

Berita Terkait :  Update Corona 2 Juni : 27.549 Kasus, 7.935 Sembuh

Esmaili juga mengatakan bahwa hukuman mati yang dijatuhkan pada Mousavi-Majd telah ditetapkan oleh pengadilan tertinggi dan dia akan segera dieksekusi. Dilansir dari laporan Reuters, Selasa (9/6).

Berita Terkait :  Isu Mata-mata, China Larang Pegawai Pemerintah Kendarai Tesla

Pihak pengadilan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hukuman Mousavi-Majd tidak terkait dengan tindakan teroris pemerintah AS dalam pembunuhan Soleimani di Irak, Mousavi-Majd telah ditangkap pada Oktober 2018.

“Semua proses hukum dalam kasus mata-mata ini telah dilakukan jauh sebelum martir Soleimani,” kata pernyataan itu.

Para pejabat belum memberikan penjelasan apakah kasus Mousavi-Majd termasuk dalam sebuah pengumuman pada musim panas 2019 bahwa Iran telah menangkap 17 mata-mata yang bekerja untuk CIA, beberapa di antaranya dikatakan dihukum mati.

Berita Terkait :  Abaikan Sanksi AS, Iran Kembali Kirim Kapal Kargo ke Venezuela

Mereka juga tidak mengatakan apakah kasus Mousavi-Majd terkait dengan pengumuman Iran pada bulan Februari tahun ini bahwa Iran akan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria karena memata-matai CIA dan berusaha menyampaikan informasi tentang program nuklir Teheran.

Berita Terkait :  8 Februari Pengguna WhatsApp Wajib Membagi Data ke Facebook

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Cegah Serangan Rusia, Pentagon Serukan Peningkatan Anggaran Pertahanan NATO

TERBARU