Berita

 Network

 Partner

Masyarakat Adat Boikot PT ANTAM
Foto: SC/Twitter Jatamnas

Masyarakat Adat Boikot PT ANTAM

Berita Baru, Jakarta – Jaringan Advokasi Tambang (Jatamnas) mengatakan bahwa aktivitas penambangan nikel PT Aneka Tambang (ANTAM) menimbulkan pencemaran, terus berulang, tanpa pemulihan dan penegakan hukum.

Keadaan tersebut memicu kemarahan masyarakat Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Tergabung dalam Front Masyarakat Adat Maba (FMAM) mereka kembali lakukan aksi di site pertambangan Moronopo milik Antam di Desa Maba Pura.

Masyarakat Adat Boikot PT ANTAM

“Pada Rabu, 14 April kemarin, masyarakat di Maba Pura, Maba, dan Buli memboikot ANTAM di Moronopo,” tulis Jatam dalam akun Twitternya, Kamis (15/4).

Jatam juga mengungkapkan bahwa keberadaan ANTAM dan sejumlah perusahaan tambang lainnya di Maluku Utara memang menimbulkan derita yang berkepanjangan.

“Daratan dan pulau-pulau kecil dikeruk, pesisir dan laut tercemar. Pola prosumsi warga serentak berubah, bergantung ke ekonomi tambang yang rapuh dan sesaat,” terangnya. (MKR)

Berita Terkait :  Ibu Kota Negara Baru untuk Siapa, Publik atau Elit?