MAS Surabaya Siapkan Relawan Untuk Pandu Jamaah

(foto: infopublik)

Berita Baru, Surabaya – Ratusan relawan siap memandu jamaah menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).

Sekretaris MAS, H Helmy M Noor menjelaskan untuk mempermudah calon jamaah, untuk id-card jamaah perempuan ada di lantai 1. Mereka masuk dalam masjid melalui pintu nomor 1 – 5, pintu nomor 10 – 15 dan 21 – 22. Sedangkan jamaah laki-laki lantai 1 dengan id-card berwarna hijau masuk dalam masjid melalui pintu nomor 23 – 24, 30 – 35 dan 40 – 45.

Bagi jamaah yang mendapatkan id-card warna merah, maka harus masuk ke area shalat melalui tangga manual gedung Al-Marwah dekat air mancur. Hal yang sama juga berlaku bagi jamaah pria yang mendapatkan id-card warna biru. Maka sholatnya berada di lantai dua masuk melalui tangga manual gedung As-Shofa dekat air mancur.

Jamaah harus gunakan tempat shalat berstiker shaf yang tertempel di lantai untuk menerapkan physical distancing. Dan untuk memberikan pelayanan terbaik, Masjid Al-Akbar menyiapkan 190 relawan yang tersebar di area luar dan dalam masjid.

Berita Terkait :  Presiden Minta Prosedur Penyaluran BST dan BLT Desa Disederhanakan

“Untuk menghindari kerumunan, kami menyiapkan sepuluh meja pengambilan Id-card yang berada di serambi masjid sisi timur dekat air mancur,” jelasnya.

Kapasitas Masjid Al-Akbar mencapai 40 ribu jamaah. Karena dalam penerapan protokol kesehatan salah satunya adalah physical distancing, maka jamaah Sholat Idul Adha dibatasi menjadi lima ribu jamaah. Kapasitas lima ribu jamaah itu termasuk lantai dua.

Karenanya, untuk mengantisipasi lonjakan waktu pelaksanaan shalat Id, maka takmir membuka pendaftaran secara online melalui website masjidalakbar.or.id. Mereka yang terdaftar dan terkonfirmasi, akan memiliki id-card khusus yang harus dibawa saat ke masjid.

Setelah mendaftarkan diri melalui website, maka masjid melakukan verifikasi dan diumumkan juga melalui website resmi Masjid Al Akbar. Bagi namanya yang terverifikasi, maka dapat mengambil id-card yang dibedakan antara jamaah laki-laki dan perempuan.

“Pengambilan id-card tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelas Helmy.

Calon jamaah Shalat Idul Adha juga tetap melaksanakan protokol kesehatan. Dari mulai menggunakan masker dan tertib mengikuti aturan yang ditetapkan masjid, seperti cek suhu kesehatan, cuci tangan dan seterusnya.

Berita Terkait :  3 Pasien Covid-19 di Lumajang Sembuh per 9 Mei 2020

“Alhamdulillah, para calon jamaah tertib saat mengambil id-card yang sudah ada nama, foto dan nomer induk KTP-nya,” ungkap Helmy

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan