Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bupati Nganjuk
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat saat meninjau persedian beras di gudang Bulog Nganjuk. (Foto: Istimewa).

Mas Novi Pastikan Stok Pangan di Nganjuk Aman Sampai 2021



Berita Baru, Nganjuk – Berdasarkan pembaruan informasi dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat nasional, sampai hari Selasa (31/3) telah teridentifikasi 1.528 kasus positif dan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 136 orang. Adapun 81 orang lainnya dilaporkan telah berhasil disembuhkan.

Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, juga dilakukan perbaruan data oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat daerah. Sampai pada Selasa (31/3) terdapat 24 orang dalam pemantauan (ODP) dan 11 pasien dalam pengawasan (PDP). Di daerah berjuluk Kota Bayu tersebut belum teridentifikasi satupun orang yang dinyatakan positif terinfeksi.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat atau yang akrab dipanggil Mas Novi telah mengintensifkan upaya pencegahan melalui penerapan kebijakan physical distancing, himbauan warga yang diperantauan tidak mudik atau pulang kampung, serta penyemprotan disinfektan.

Selain itu, ia juga telah memimpin jajarannya menyiapkan tempat karantina bagi ODP yang diduga potensial suspect dan PDP dengan status ringan sampai sedang.

“Tempat karantina yang kami siapkan adalah di RSUD Kertosono lama. Sedang direvitalisasi untuk penanganan dan isolasi COVID-19”. Tuturnya kepada beritabaru.co beberapa hari lalu.

Mas Novi juga terus memantau kesiapan daerah dalam menjaga ketersediaan pangan bagi warga yang akan menghadapi dampak physical distancing untuk empat bulan kedepan, termasuk pada bulan Ramadhan 1441 H.

“Mengecek ketersediaan beras di Bulog dalam rangka menghadapi Covid-19 dan menjelang Ramadhan”. Tutur Mas Novi, pada Senin (30/3) siang.

Mas Novi Pastikan Stok Pangan di Nganjuk Aman Sampai 2021
Mas Novi saat memantau ketersediaan pangan di Kabupaten Nganjuk

Secara mendetail Mas Novi menjelaskan bahwa kebutuhan beras per-bulan di Kabupaten Nganjuk adalah 8.000 ton. Berdasarkan pengamatannya di gudang Bulog, stok yang tersedia adalah 34.000 ton. Selain itu petani di Kabupaten Nganjuk dalam satu bulan kedepan juga akan melakukan panen di areal 20.800 Ha.

“Minggu depan 5.000 Ha panen. Dua Minggu berikutnya 7.000 Ha panen. Lalu satu Minggu berikutnya juga panen 6.800 Ha. Artinya dalam 6 bulan ke depan beras Nganjuk aman”. Jelas Mas Novi menerangkan.

Proyeksi ketersediaan stok pangan tersebut ia kalkulasi berdasarkan hasil panen padi rata-rata per-hektar di Kabupaten Nganjuk yang mencapai 5 ton. Jika 20.800 Ha yang panen, lanjut Mas Novi, mak panen sebulan kedepan akan mencapai 104.000 ton.

“Jika ditambah dengan stok di Bulog 34.000 ton, maka ketersediaan beras di Nganjuk sebesar 138.000 ton. Karena kebutuhan per-bulan hanya 8.000 ton, maka stok pangan kami bisa mencukupi sampai 17 bulan kedepan. Sampai Agustus 2021 masih aman”. Tutupnya. [*]

Mas Novi Pastikan Stok Pangan di Nganjuk Aman Sampai 2021
Peta PDP dan ODP Covid-19 Kabupaten Nganjuk.