Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hong Kong Pusat Keuangan
Liu Mingkang mengatakan status keuangan Hong Kong didasarkan pada kebebasan pribadi dan aturan hukum, yang membuat bisnis dapat diprediksi. Foto: Roy Issa

Mantan Perbankan China: Hong Kong Akan Tetap Menjadi Gerbang Keuangan China Ke Dunia



Berita Baru, Internasional – Pada hari Sabtu (11/7), mantan Ketua Komisi Regulasi Perbankan China, Liu Mingkang mengatakan bahwa Hong Kong akan terus menjadi pusat keuangan internasional secara paralel dengan New York dan London, dan tetap menjadi gerbang keuangan penting bagi China untuk menghubungkan seluruh dunia.

Liu Mingkang mengatakan penilaian tersebut dalam sebuah forum daring yang diselenggarakan oleh oleh Institut Keuangan Shenzhen, Chinese University of Hong Kong (CUHK).

Ia meresa sangat kecewa dengan gencarnya diskusi baru-baru ini yang menyebut bahwa peran keuangan Hong Kong akan melemah setelah diberlakukannya undang-undang keamanan nasional.

“Orang-orang yang mengedarkan pandangan-pandangan itu tidak tahu ekonomi, keuangan, atau politik … Penyebaran pandangan semacam itu di [China] daratan dan di Hong Kong berbahaya,” kata Liu Mingkang.

Liu mengatakan status keuangan Hong Kong didasarkan pada kebebasan pribadi dan aturan hukum hingga membuat bisnis dapat diprediksi. Di Hong Kong juga tetap didukung oleh penggunaan bahasa Inggris dan penerapan hukum umum.

Hong Kong juga menjadi pusat teratas dunia untuk penawaran umum perdana sebanyak enam kali dalam 10 tahun terakhir. Itu membuktikan daya tarik Hong Kong bagi investor global.

“Jika lebih banyak perusahaan China kembali [dari AS], Hong Kong dapat meraih gelar No 1 lainnya tahun depan,” tegasnya.

Peran Hong Kong sebagai pusat keuangan telah menjadi perdebatan sengit sejak disahkannya undang-undang keamanan nasional yang kontroversial 1 Juli.

Banyak negara yang kecewa dengan pemberlakuan undang-undang itu. Amerika Serikat bahkan telah mengakhiri status perdagangan khusus Hong Kong dan mengancam sanksi keuangan kepada individu dan institusi karena alasan ‘erosi otonomi kota’.

Meskipun Shanghai berambisi untuk menjadi pusat keuangan internasional dan Hainan telah ditetapkan menjadi zona perdagangan bebas, Liu tetap bersikukuh Hong Kong adalah bagian dari rencana strategis yang lebih besar.

“Wilayah Greater Bay memiliki Hong Kong dan Makau, yang membuatnya sangat berbeda dari Shanghai …. Ini terlalu dini untuk Hainan [untuk bergabung dalam perlombaan]” terang Liu, merujuk pada rencana pengembangan pemerintah pusat untuk menghubungkan serangkaian kota di China selatan.

Menurut SCMP, pemerintah pusat China telah menyuarakan dukungan secara terbuka untuk peran Hong Kong sebagai gerbang keuangan.

Pemerintah mengeluarkan skema stok dan obligasi yang menghubungkan investor China daratan dengan pasar melalui Hong Kong. Selain itu, akhir bulan lalu, bank bank sentral juga meluncurkan “koneksi manajemen kekayaan” yang memungkinkan manajer kekayaan asing untuk menawarkan produk melalui kota ke beberapa klien.

Liu mengatakan bahwa ada potensi untuk memperluas mekanisme hubungan ke asuransi dan komoditas. Namun, kerja sama yang lebih erat diperlukan untuk meningkatkan infrastruktur keuangan dan pengawasan bersama.

Di samping itu, Liu menyoroti perlunya akses ke informasi. Ia mengatakan bahwa para profesional keuangan harus dapat mengakses platform informasi internasional dan domestik.

“Jika profesional internasional tidak dapat menggunakan Facebook, Twitter atau Bloomberg di kota-kota di Greater Bay Area, bagaimana mereka dapat menemukan peluang dan mengidentifikasi risiko di pasar global?” jelas Liu.