Mantan Diktator Sudan Diduga Terpapar COVID-19

(Foto: Aljazeera)

Berita Baru, Internasional — Mantan diktator Sudan, Omar al-Bashir, dibawa ke rumah sakit (RS) karena diketahui merasakan gejala yang mirip terinfeksi virus Corona SARS-CoV-2. Sebagaimana diketahui, selama ini Omar mendekam di penjara sejak rezimnya dikudeta tahun 2019 lalu.

Media Sudan, Dabanga, menyebut Jaksa Penuntut Umum, melaporkan al-Bashir tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Khartoum.

Di samping itu, tujuh anggota rezimnya—yang juga dijebloskan ke penjara—juga dilarikan ke RS yang sama. Tiga dari mereka dalam kondisi kronis dan tiga lainnya dikonfirmasi Covid-19. Omar al-Bashir memiliki gejala mirip terinfeksi Covid-19.

“Dalam pernyataan, Jaksa Penuntut Umum mengonfirmasi bahwa Ahmed Haroun; mantan Menteri Negara untuk Urusan Kemanusiaan dan mantan Gubernur Kordofan Utara; dirawat karena Covid-19,” terang Dabanga dalam laporannya, dilansir dari Al Arabiya, Jumat (29/5)

“Abdelrahim Hussein (Mantan Menteri Dalam Negeri, mantan Menteri Pertahanan, dan mantan Gubernur Khartoum) dan Ali Osman Taha (mantan Menteri Urusan Asing dan Wakil Presiden Pertama), juga dirawat karena Covid-19,” lanjut laporan itu.

Berita Terkait :  Perludem Desak Pemerintah Segara Terbitkan PERPPU Penundaan Pilkada dan Implikasi Teknisnya

Pemerintah baru Sudan sudah memutuskan bahwa al-Bashir juga pembantunya harus diadili di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Taha menjabat sebagai wakil presiden dari 1998-2013 di era rezim al-Bashir. Sebelumnya dia merupakan menteri luar negeri Sudan.

Hussein bertugas di berbagai posisi termasuk menteri pertahanan dan menteri dalam negeri. Di samping juga ditugaskan sebagai gubernur Khartoum sebelum al-Bashir dijatuhkan.

Sementara Haroun adalah menteri negara untuk interior, menteri negara untuk urusan kemanusiaan, dan gubernur Kordofan Selatan yang memiliki banyak konflik.

Ketiganya adalah anggota Partai Kongres Nasional yang sekarang tanpa al-Bashir.

Sebuah laporan terpisah dari Sudan Tribune mengatakan pada Rabu bahwa al-Bashir dilaporkan menolak untuk dites Covid-19 saat berada di penjara. Laporan itu menambahkan bahwa al-Bashir sedang dalam kondisi psikologi yang sulit.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan