Berita

 Network

 Partner

Mangga Hasil Panen Petani Buah Desa Gedangan Gresik Berpeluang Rambah Ekspor

Mangga Hasil Panen Petani Buah Desa Gedangan Gresik Berpeluang Rambah Ekspor

Berita Baru, Gresik – Buah mangga hasil kebun para petani di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Gresik memiliki kualitas bagus, sehingga berpeluang besar menjadi salah satu komoditas yang layak merambah pasar ekspor ke mancanegara.

Peluang tersebut mendapat respon baik dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik. Oleh karena itu, hasil panen buah mangga dari petani buah di wilayah setempat didorong menjadi salah satu produk pertanian lokal yang mampu bersaing di pasar global.

“Kami bersama klinik ekspor Bea cukai Cabang Gresik dalam rangka memberikan edukasi, dan pendampingan kepada usaha mikro kecil dan menengah,” kata Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qodir bersama Wakil Ketua Komisi II M Syahrul Munir dan Klinik Ekspor Bea Cukai melakukan kunjungan ke pelaku usaha mangga Desa Gedangan Sidayu, Rabu (28/7).

Berita Terkait :  Rumah Produksi Tenun, Destinasi Baru Jika Berkunjung ke Pontianak

Menurutnya, para pelaku usaha harus terus didorong agar produknya bisa ekspor ke mancanegara, agar survive di tengah pandemi seperti ini. Seperti mangga hasil kebun petani Desa Wadeng ini, kualitasnya sangat bagus. Hal itu dibuktikan dengan rasa buah yang manis. Tak kalah dengan produk serupa yang ada di berbagai daerah.

“Kami dorong komoditi hasil pertanian kita untuk bisa merambah pasar luar negeri, karena ini sangat penting buat pemulihan ekonomi dan penguatan minat pemuda kita untuk menjadi eksportir produk kita,” tukasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik M Syahrul Munir menyatakan komisinya berupaya terus melakukan pendampingan bagi pelaku usaha, mulai mendorong agar mendapatkan akses permodalan, pelatihan serta membantu agar bisa ekspor.

Berita Terkait :  Sidang Sengketa Tanah Masjid di Desa Tebuwung Gresik Berakhir Damai

“Ini langkah kordinasi yang bagus antara Pemkab, Dewan dengan Bea Cukai. Mudah-mudahan sinergisitas ini berjalan secara konsisten dan kontinyu,” terangnya.

Selain mangga ternyata banyak komuditas pertanian yang diharapkan mampu bisa bersaing. Salah satunya Jeruk Nipis dan Jeruk Lemon yang dibudidayakan petani lokal di Kecamatan Ujungpangkah.

Oleh karenanya, Legislator muda asal Dapil VIII (Manyar-Bungah-Sidayu) itu menegaskan bahwa komisinya terus berupaya agar pelaku usaha kecil bisa menjadi pionir dalam penggerak ekonomi di masa pandemi.

“Ini upaya pendampingan kepada UMKM unggulan di Gresik. Mudah-mudahan bisa segera ekspor dan bersaing di pasar Internasional,” pungkasnya.