Berita

 Network

 Partner

Mampu Mendeteksi Puluhan Ranjau, Seekor Tikus Raih Medali Penghargaan
(Foto: Kompas)

Mampu Mendeteksi Puluhan Ranjau, Seekor Tikus Raih Medali Penghargaan

Berita Baru, Internasional – Badan amal kedokteran hewan Inggris (PDSA) menganugerahi medali penghargaan kepada seekor tikus kantung raksasa Afrika karena telah menyelamatkan banyak nyawa.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (25/9) tikus bernama Magawa sejauh ini sudah menemukan 39 ranjau darat dan 28 item persenjataan yang tidak meledak.

Tikus tersebut menemukan puluhan ranjau darat tersebut selama tujuh tahun kariernya di militer Kamboja.

Medali penghargaan tersebut terbuat dari emas dan diukir dengan kata-kata “Untuk keberanian hewan atau pengabdian pada tugas” dan mengakui “keberanian hewan dan pengabdian yang luar biasa pada tugas”, kata kelompok amal PDSA.

Berdasarkan data PDSA, ada sekitar 80 juta ranjau darat di seluruh dunia yang aktif dan tidak diketahui.

Berita Terkait :  Para Seniman Lituania Manfaatkan TikTok Saat Lockdown

Menurut PDSA, sejak tahun 1970-an, ada sekitar 4 hingga 6 juta ranjau darat dipasang di Kamboja, dengan sekitar 3 juta masih belum ditemukan. Ranjau tersembunyi ini telah menyebabkan 64.000 korban jiwa.

Lebih dari 40.000 orang diamputasi karna ranjau di Kamboja.

“Rakyat Kamboja bekerja dan hidup dengan ancaman cedera dan kematian setiap hari,” kata PDSA.

PDSA mengatakan bahwa Magawa dapat dengan aman mendeteksi ranjau darat dan cukup ringan untuk dilewati tanpa meledakkannya.

Magawa mulai berlatih sejak usia muda setelah dibesarkan oleh sebuah kelompok amal di Tanzania, APOPO, dengan tujuan untuk mendeteksi alat peledak tersebut.

Dia dilatih menggunakan clicker saat mendekati objek dengan bau bahan kimia peledak yang digunakan di ranjau darat. Dia kemudian akan diberi hadiah setelah melaksanakan tugasnya.

Berita Terkait :  Bukti Baru Kasus Penangkapan CFO Huawei Di Kanada: AS Sesatkan Kanada

Menurut PDSA, Magawa dapat mencari ranjau di area lapangan tenis dalam 30 menit, lebih cepat daripada manusia yang membutuhkan waktu hingga empat hari dengan alat detektor logam. Dan ketika dia mendeteksi ranjau darat, Magawa akan memberi tanda kepada pawangnya.

“Setiap hari, karya HeroRAT Magawa menyelamatkan hidup dan mengubah hidup dan berdampak langsung pada pria, wanita, dan anak-anak di komunitas tempat dia bekerja,” ujar PDSA.

“Untuk setiap ranjau darat atau sisa-sisa yang tidak meledak yang dia temukan, dia menghapus risiko kematian atau cedera serius di lokasi yang sudah mengalami kesulitan yang signifikan.” lanjutnya.


Magawa adalah satu-satunya tikus di antara 30 hewan penerima medali emas PDSA – sisanya adalah anjing.

Berita Terkait :  Tikus Ternyata Sadar untuk "Menjaga Jarak" Terhadap Anggota yang Sakit