Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahfud MD Ungkap 3 Jalur PMI Ilegal
Menko Polhukam Mahfud MD Mahfud Md meninjau Pelabuhan Internasional Batam Center. (Foto: detikSumut)

Mahfud MD Ungkap 3 Jalur PMI Ilegal



Berita Baru, Jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti tiga jalur penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal. Dua diantaranya berada di Pulau Sumatera, khususnya daerah perbatasan yakni Provinsi Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

“Jadi data dari Bareskrim ada tiga jalur besar PMI non prosedural yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Dan 85 persen kasus TPPO terjadi di daerah di perbatasan,” kata Mahfud MD, dilansir detikSumut, Jumat (7/4).

Menurut Mahfud, dua jalur PMI ilegal di Pulau Sumatera itu terjadi karena berada di perbatasan. Begitu juga dengan yang ada di Kalimantan. “Sumatera Utara, Kepri, dan Kalimantan ini kenapa jadi jalur, karena merupakan pintu keluar masuk di perbatasan,” ujarnya.

Mahfud menyebut, dari data pekerja migran yang melalui jalur belakang ditemukan fakta bahwa kasus melalui pelabuhan internasional sangat tinggi setiap hari. Para sindikat sampai menggunakan kode pada manifest kapal untuk menandai PMI ilegal yang akan berangkat.

“Banyak pekerja migran melalui jalur belakang tanpa dokumen. Namun, setelah saya diskusi dengan Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Pascha, dengan Kadensus justru melalui jalur depan lebih banyak,” ujarnya.

Terpisah, dalam akun Instagram pribadinya Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, selain menjadi pintu penempatan ilegal pekerja migran, Provinsi Kepri juga paling banyak menjadi pintu jalur perdagangan orang.

“Saya memberikan keynote speech pada seminar yang diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Batam. Sengaja diselenggarakan di Batam, karena Provinsi Kepri menjadi salah satu yang paling banyak menjadi pintu penempatan ilegal pekerja migran dan jalur perdagangan orang,” tulisnya.

Dijelaskan Mahfud, sindikat dan jaringan perdagangan orang di Batam bukan orang biasa karena terkoordinasi dengan baik dan melibatkan oknum pemerintah, oknum aparat, dan pihak swasta. 

“Saya sebagak salah satu Ketua Gugus Tugas PP TPPO pusat mengajak BP2MI lewat #SikatSindikat untuk terus memerangi praktik ini dan bersinergi dengan lembaga-lembaga lain,” ujarnya.

“Usai membuka seminar, saya meluncur ke Pelabuhan Internasional Batam Center karena pengiriman pekerja migran ilegal (non prosedural) ditengarai tidak hanya melalui pintu belakang, tapi juga pintu depan alias jalur resmi,” sambung Mahfud.

Ia menegaskan bahwa kedatangan dirinya tersebut hanya kunjungan biasa karena masih didampingi aparat dan pejabat. “Kali lain saya akan datang untuk sidak,” pungkas Mahfud MD.