Berita

 Network

 Partner

Mahfud MD: Pendidikan Tekankan Kuatnya Otak dan Watak
Menkumham, Prof. Mahfud MD

Mahfud MD: Pendidikan Tekankan Kuatnya Otak dan Watak

Berita Baru, Jakarta – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) selalu diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara.

Pahlawan nasional yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional tersebut lahir pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat.

Peringatan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 305 Tahun 1959 tertanggal 28 November 1959.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hardiknas tahun 2020 tidak ditandai dengan upacara bendera di seluruh kantor instansi pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan. Hal itu karena adanya wabah Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Untuk menghormati Hardiknas tahun ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan ucapan dan pesan mendalam.

Berita Terkait :  Ajak Pakai Masker, Menkopolhukam Prof Mahfud MD Gunakan Bahasa Madura

“Selamat Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei”. Tulisnya dalam akun media sosial Twitter @mohmahfudmd pada Sabtu (2/5).

Pria asal Madura tersebut menjelaskan bahwa konsep pendidikan mengacu pada Konstitusi UUD NRI 1945, yaitu berorientasi pada terciptanya otak dan watak yang kuat secara simultan.

Menurutnya hal itu berbeda dengan pengajaran yang lebih menekankan pada otak dan skill semata.

“Pendidikan berbeda dgn pengajaran. Pengajaran menekankan pada otak dan skill, sedang pendidikan seperti dianut dalam UUD 1945, menekankan pd kuatnya “otak” sekaligus kuatnya “watak”. Produk pendidikan bukan sekadar kesarjanaan tapi kecendekiawanan”. Lanjut Mahfud menjelaskan.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia Fakultas Hukum (UII) tersebut juga menyinggung konsep pendidikan dalam Al-Qur’an.

Berita Terkait :  DPD RI Dorong Pemerintah Lindungi Keberadaan Kerajaan

Pendidikan atau tarbiyyah, jelas Mahfud, akan menciptakan manusia sebagai “ulul albab”, yakni orang yang selalu berdzikir kepada (kemahakuasaan) Allah dan selalu berfikir kepada (kemahaluasan) ilmu Allah.

“Pada diri ulul albab bertemulah kekuatan “otak” dan kemuliaan “watak”. Itulah pendidikan yang Islami”. Pungkasnya.