Mahfud MD: Mahasiswa NU Harus Miliki Kecerdasan Watak

    Mahfud MD

    Berita Baru, Surabaya – Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) yang diselenggarakan oleh Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya (Unusa) tahun ajaran 2019/2020 dihadiri Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Mahfud MD.

    Prof Mahfud menyampaikan bahwa kedaulatan sebagai bangsa harus selalu dijaga dari upaya-upaya perongrongan.

    “Kita sudah berdaulat secara resmi tapi masih banyak perilaku yeng menggerus, sehingga perlu penguatan Pancasila dan revolusi mental. Kemerdekaan menjadi pintu berkah bagi masyarakat untuk bisa meraih cita-cita dan masa depan. Karena itu kedaulatan sebagai negara merdeka harus selalu dijaga”. Pesannya.

    Mahfud mengatakan masa depan seseorang tak ditentukan seseorang lulus dari mana, namun lebih tergantung orang itu sendiri. Universitas hanya menyediakan sarana dan menunjukkan caranya bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Mencerdaskan kehidupan tak sekadar mencerdaskan otak saja namun juga mencerdaskan watak. Karenanya, kalian yang bisa kuliah di Universitas NU ini harus bersyukur.

    Karena landasan yang digunakan sudah mencerminkan pada kecerdasan otak (ilmu pengetahuan) dan watak (akhlak/iman) untuk menghasilkan generasi rahmatan lil alamin.

    Berita Terkait :  Mahfud MD Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kemendagri

    Untuk memiliki kecerdasan otak dan watak, Mahfud mengajak mahasiswa baru untuk aktif dalam norma akademik maupun budaya/tradisi akademik (rajin membaca, diskusi, aktif menulis).

    “Selain aktif dalam norma akademik maba harus juga lebih aktif dalam budaya/tradisi akademik secara bersamaan. Ini akan membentuk rasa nasionalis, yang pada akhirnya menumbuhkan jiwa kedaulatan”. Kata Prof Mahfud MD.

    Pada kesempatan yang sama, Rektor Unusa Prof Dr Achmad Jazidie MEng mengatakan untuk membangkitkan rasa kebangsaan pada anak muda, mereka harus mempelajari sejarah berdirinya bangsa.

    Anak muda sekarang harus mengetahui bagaimana peran penting nasionalisme anak muda kala itu dalam memerdekakan bangsa.

    “Peristiwa 9 Agustus di Rengasdengklok harus diketahui dan dipelajari oleh mahasiswa, bagaimana tingginya semangat dan jiwa nasionalis anak muda. Demi memerdekakan bangsa Indonesia mereka tidak mau berkompromi dengan negara penjajah”. Papar Prof Jazidie.

    Jazidie mengatakan Pancasila sebagai dasar negara dan juga arah negara ini bekerja dan bergerak, menjadi materi wajib di setiap PKKMB Unusa.

    “Kita harus meneguhkan kembali negara kesatuan ini untuk menepis, menolak, dan melawan radikalisme”. Katanya. (MC Prov Jatim)

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan