Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa Unej Pertanyakan Kebijakan Kampus Beri Bantuan Data Internet
Sony Supiyanto Prasetyawan, Mahasiswa Universitas Jember (Foto: Beritabaru.co/ Sholeh)

Mahasiswa Unej Pertanyakan Kebijakan Kampus Beri Bantuan Data Internet



Berita Baru, Jember – Universitas Jember (UJ) memberikan bantuan paket data internet berupa pulsa senilai Rp50 ribu per bulan kepada mahasiswa Diploma 3 (D3) dan S1.

Berdasarkan surat edaran Universitas Jember nomor 5570/UN25/SP/2020, menyampaikan bantuan internet ini untuk memastikan seluruh mahasiswa bisa mengikuti perkulihan secara daring (study from home), yang disebabkan oleh dampak dari wabah virus Corona (Covid-19).

“Bantuan paket data internet disalurkan melalui provider/operator Telkomsel dan Indosat. Paket data internet ini diberikan kepada mahasiswa aktif jenjang Diploma 3 (D3) dan Sarjana S1 dari bulan April hingga Juni 2020,” dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (02/04).

Mahasiswa Unej Pertanyakan Kebijakan Kampus Beri Bantuan Data Internet
Surat Edaran Universitas Jember (Foto: Istimewa)

Melalui surat edaran, pihak kampus menyampaikan bahwa kebijakan bantuan paket internet ini berkelindan dengan surat edaran dari Kemendikbud RI nomor 3696l2/MPK/.A/TIK/2020 pada tanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran Secara Daring dan Bekerja Dari Rumah untuh Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19).

“Pendaftaran paket data dimulai melalui menu event di SISTER mahasiswa dengan mencantumkan nomer handphone dan jenis provider/operator yang dipilih (Telkomsel atau Indosat). Jadwal akan diinformasikan melalui broadcast telegram kepada seluruh mahasiswa”, terangnya.

Menyikapi kebijakan tersebut, mahasiswa Universitas Jember, Sony Supiyanto Prasetyawan menilai kebijakan itu tidak mempuyai dampak yang signifikan kepada mahasiswa karena kedua provider (Telkomsel dan Indosat) sudah sedari awal memberikan kouta gratis untuk belajar online.

“Bisa saja kebijakan ini untuk meredam protes yang dilayangkan oleh mahasiswa ” kata Sony kepada Beritabaru.co, melalui media WhatsApp, Kamis sore (02/04).

Sebelumnya pamflet mahasiswa sempat beredar yang bertuliskan ” Berikan Fasilitas Internet Gratis atau Kembalikan Uang SPP Kami. Kuliah Online Menyiksa Mahasiswa, Kampus Lockdown, Tugas Smackdown, Mahasiswa Down,” kritiknya.

Mahasiswa Unej Pertanyakan Kebijakan Kampus Beri Bantuan Data Internet
Pamflet Mahasiswa (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut Sony menyampaikan perkuliahan online tidaklah efektif dikarenakan terkesan hanya formalitas dalam penerapanya.

“Sistem E -Learning Unej yang sering eror menyebabkan presensi kadang tidak terbaca. Dan materi yang dipaparkan oleh dosen kurang maksimal,” ujarnya.

Mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah FIB itu berharap adanya sosialisasi kesetiap fakultas terkait model perkuliahan daring tidak hanya sebatas surat edaran tentang pemberitahuan perubahan sistem pengajaran.

“Harapan terbesarnya semoga wabah Covid-19 segera terselesaikan. Dan pihak kampus tidak usah terlalu terburu buru dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai teknologi menjadi penghambat pendidikan,” pungkasnya. [Sholeh]

https://www.instagram.com/p/B-d5EWynobI/?igshid=1x2dp2klf3jll