LSN 2019 Resmi Dibuka, 28 Region Siap Melaksanakan Kompetisi Daerah

Bimtek LSN 2019 28 Region

Berita baru, Jakarta – Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2019 resmi dibuka, Rabu 11 September 2019. Bertempat di hotel Lumere Jakarta, Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), operator pelaksana LSN, menyelenggarakan  Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti oleh 28 perwakilan region seluruh Indonesia.

Menurut Sumarsono, Koordinator Region,  jumlah tersebut melebihi ekspektasi panitia nasional. Hal tersebut mengingat penyelenggaraan LSN tahun 2019 dilaksanakan secara mandiri oleh setiap region.

“Alhamdulillah, 28 region yang mendaftarkan diri melebihi target panitia nasional. Awalnya kami hanya menargetkan 16 saja, karena pelaksanaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, region mendapat dana stimulan sekarang mereka menyelenggarakan kompetisi secara mandiri,” kata Sumarsonio dalam pidato sambutan pembukaan acara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Pusat RMINU, H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menyambut positif dan optimis. Ia menekankan kompetisi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya kita mengejar kwantitas—menarget jumlah pesantren yang terlibat—maka untuk tahun ini akan lebih ditekankan pada pengembangan dan penguatan kwalitas kompetisi,” ungkap Gus Rozin.

Berita Terkait :  Hanya di Liga Santri, Supporter Lantunkan Nadhom Imrithi

Pengetatan Seleksi Peserta LSN

Mengevaluasi pelaksanaan LSN dari tahun ke tahun, Direktur Teknis LSN, Muhammad Kusnaeni atau akrab disapa Bung Kus berupaya menyempurnakan kompetisi. Hal yang paling disorot Bung Kus adalah penjaringan peserta.

Pasalnya, ada laporan yang menyebutkan peserta LSN tahun sebelumnya diikuti oleh ‘bukan’ santri. Ada tim yang memaksukkan pemain dari luar pesantren, bahkan ada atlet profesional klub sepakbola atau berasal dari SSB.

Bung Kus berharap, kompetisi LSN 2019 benar-benar diikuti oleh para santri. Pihaknya akan melakukan screening secara ketat.

“LSN ini kan kompetisi santri, jadi kami akan benar-benar mengawasi proses seleksinya,” paparnya.

Saat ditanya mekanisme penyeleksian, Bung Kus menjelaskan setiap santri yang ikut lSN akan diuji oleh tim husus. Materi seleksi tidak hanya administrasi tetapi juga tes wawasan keagaaman, baik pemahaman maupun pelaksanaan ibadah islam.

“Ya yang pasti baca tulis al-Quran, tatacara beribadah dan thoharoh,” lanjut Bung Kus.

Selain itu, Bung Kus juga memberikan informasi batasan usia peserta LSN. Ia menyampaikan peserta LSN 2019 tidak boleh melebihi 17 tahun.

Berita Terkait :  Bertemu Presiden FIFA: Jokowi, Kami Siap untuk Piala Dunia U-20

“Rupanya banyak alumni LSN yang kemudian bergabung dengan klub profesional. Mereka tersebar dihampir semua jenjang, mulai Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Jadi kami pangkas, agar alumni LSN kelak bisa gabung klub profeional dan mengikuti kompetisi Liga 1 U-18,” pungkasnya

Guna menwujudkan harapan itu, Bung Kus menginformasikan, panitia nasional LSN akan mengundang para pelatih dari Klub Liga 1 U-18,terutama pada seri nasional yang akan digelar di Bogor pada awal September mendatang.

LSN Tingkatkan Popularitas Pesantren

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif LSN, Muhammd Alfuniam (Kang Niam) menyambut baik gagasan penyempurnaan LSN tersebut. Menurutnya LSN telah memberikan dampak positif bagi pesantren.

“Alhamdulillah kompetisi ini tidak hanya memberi manfaat bagi sepakbola nasional, tetapi juga langsung memberi manfaat bagi pesantren. Banyak anak-anak yang menyukai sepakbola masuk pesantren agar bisa ikut LSN. Ini kabar yang menggembirakan,” ungkap Kang Niam.

Pada Bimtek yang akan dilasakana pada tanggal 11-12 September ini, Kang Niam menyempaikan LSN 2019 adalah kompetisi tahun ke-5 sejak 2015. Sementara RMINU menjadi operator pelaksana LSN sejak 2016. (*)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan