LPOGE Indonesia Nilai Stimulus ESDM Energi Listrik Tepat Sasaran

-

Berita Baru, Jakarta – Program listrik gratis yang diberikan pemerintah kepada pelanggan 450 VA dan diskon untuk pelanggan 900 VA dinilai sudah tepat dengan semangat mendorong daya beli masyarakat terdampak Covid-19.

“Program ini ternyata sangat cocok mengurangi dampak ekonomi dari penyebaran wabah virus corona,” terang Lidwina Soedjono dari Lembaga Pemantau Oil, Gas dan Energy Indonesia (LPOGE Indonesia) dalam siaran persnya yang diterima, Rabu (28/4).

Sejak tahun 2021, lanjut Lidwina, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membatasi pemberian stimulus pada jam nyala sebanyak 720 jam per bulan. 720 jam tersebut bagi pelanggan golongan rumah tangga 450 VA setara dengan 324 kilowatt per jam (kwh).

Total target pelanggan golongan rumah tangga yang telah menerima stimulus tarif listrik mencapai 32.320.910 juta pelanggan dengan menelan belanja Rp 3,66 triliun.

Untuk kategori pelanggan rumah tangga, ESDM sudah mengacu pada sumber data dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

“Pastinya langkah ESDM mengacu pada DKTS adalah membangun integrasi data kemiskinan di Indonesia dan mencocokan data tersebut agar penyaluran subsidi listrik tepat sasaran. Bagaimana pun, jaring pengaman sosial energi sangat terkait dengan indikator akses energi,” tambah Lidwina Soedjono.

Dia pun melihat, bahwa menilai sasaran penerima bantuan secara umum sudah tepat, yaitu masyarakat miskin dan rentan untuk membantu meringankan pengeluaran kebutuhan rumah tangga mereka pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Dari sisi implementasi, kata Lidwina, pemerintah dan PT PLN cukup aktif menyebarkan informasi mengenai mekanisme penyaluran token gratis pelanggan pra bayar, yaitu dengan cara melibatkan Pemda, terutama pada masyarakat yang tidak memiliki akses telekomunikasi atau internet.

“Kebijakan Menteri ESDM Tasrif memutuskan untuk melanjutkan stimulus tarif tenaga listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha hingga beberapa mendatang adalah kebijakan tepat guna,” pungkasnya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments