London Dikabarkan Mengeluarkan Huawei dalam Pengembangan Jaringan 5G di Inggris

Pengembangan Jaringan 5G

Berita Baru, Internasional – Mengutip Daily Telegraph tanggal 23 Mei, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana mengurangi keterlibatan raksasa teknologi China Huawei dalam pengembangan jaringan 5G di Inggris.

Menurut berita itu, langkah Boris Johnson itu dilakukan bersamaan dengan rencana Inggris untuk mengakhiri ketergantungan Inggris kepada China untuk impor strategis, termasuk pasokan medis di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

“Dia [Boris Johnson] masih menginginkan hubungan dengan China tetapi kesepakatan dengan Huawei akan ditingkatkan secara signifikan. Para pejabat telah diinstruksikan untuk membuat rencana untuk mengurangi keterlibatan Huawei secepat mungkin,” ujar salah seorang sumber dalam berita Daily Telegraph.

Johnson dilaporkan berniat untuk mengurangi keterlibatan China dalam infrastruktur menjadi nol pada tahun 2023.

Mengutip Reuters, Downing Street telah menolak untuk mengomentari berita tersebut. Begitu juga dengan pihak Huawei saat dimintai pendapat oleh Daily Telegraph.

Berita itu muncul menjelang kunjungan Boris Johnson ke AS untuk menghadiri KTT G7 yang dijadwalkan pada bulan Juni.

Mengurangi keterlibatan Huawei dalam peluncuran 5G di Inggris juga dianggap sebagai langkah untuk meningkatkan pembicaraan perdagangan pasca-Brexit dengan Pemerintahan Presiden Trump yang secara konsisten terus menuduh Beijing bertanggung jawab atas pandemi COVID-19.

Sementara itu, pada hari Jumat (22/5), The Times melaporkan bahwa Boris Johnson telah memerintahkan pejabat Downing Street untuk mempersiapkan rencana untuk mengakhiri ketergantungan Inggris pada China dalam hal bahan-bahan penting. Dua tim kerja sudah dibentuk Raab untuk melakukan tugas ini, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Dominic

Rencana itu dikenal dengan nama sandi “Project Defend.”

Project Defend bertujuan untuk menunjukkan kelemahan utama ekonomi Inggris dan membuat langkah-langkah yang bisa mencegah negara lain untuk memusuhi mereka dan bisa membuat langkah-langkah efektif yang memungkinkan Inggris memperoleh keuntungan untuk negara itu sendiri.

Mengutip Sputnik, Washington telah berulang kali memperingatkan London bahwa mengizinkan Huawei untuk mengambil bagian dalam pengembangan jaringan 5G di Inggris akan beresiko pada perjanjian dan kerjasama intelijen AS-Inggris.

Pada Mei 2019, Washington memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam mereka atas tuduhan bahwa koneksi perangkat keras dan perangkat lunak Huawei telah mengirim data ke agen-agen intelijen Beijing, di tengah ketegangan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi yang dimulai pada Januari 2018.

Beijing telah berulang kali membantah tuduhan dari Washington tersebut.

Selain itu, Washington juga mendesak negara-negara lain untuk tidak menggunakan peralatan Huawei ketika mengadopsi teknologi jaringan 5G. Beberapa ahli berpendapat bahwa itu merupakan bagian dari kampanye Presiden Trump untuk memberikan tekanan pada Huawei.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan