Listrik di Flores Kembali Menyala, Ratna Juwita Apresiasi PLN

-

Berita Baru, Jakarta – Bencana banjir bandang akibat terjangan topan seroja yang melanda hampir seluruh daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur juga melumpuhkan pasokan listrik.

Hampir 10 daerah terdampak bencana mengalami gelap gulita sejak Minggu (4/4) lalu. Hal itu menarik perhatian anggota Komisi VII DPR Ratna Juwita Sari.

Politisi perempuan muda asal Fraksi PKB tersebut meminta kepada pemerintah dan juga PLN untuk megerahkan sumber daya secara berlipat ganda agar listrik kembali menyala di daerah bencana.

“Saya mengapresiasi kerja keras pemerintah pusat, pemda, BNPB, BPBD dan PLN dalam menangani bencana ini. Tetapi saya sangat berharap agar pemenuhan energi listrik segera terpenuhi kembali,” tutur Ratna.

Menurut Ratna, ketersediaan listrik sangat penting dan dibutuhkan oleh warga korban banjir di NTT, khususnya kaum perempuan, yaitu untuk mendukung kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada Sabtu (10/4) Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda menerangkan bahwa pihaknya telah mengerahkan 723 personil untuk melakukan operasi pemulihan jaringan listrik akibat banjir.

Syamsul melaporkan, terhitung sampai hari Jum’at (9/4), aliran listrik pada 6 kabupaten terdampak banjir di pulau Flores telah pulih 100 persen.

“Sampai dengan Jumat, 9 April 2021 kemarin, kita telah berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di 6 Kota dan Kabupaten di NTT,” kata Syamsul dikutip dari keterangan tertulisnya.

Enam daerah yang telah pulih tersebut adalah Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Namun begitu, Syamsul san pihak PLN masih bekerja keras untuk memulihkan listrik terputus pada 3 kabupaten lain yaitu Kupang, Timor Tengah Selatan dan Belu.

Pasalnya, terjadi kerusakan pada salah satu power yang menyuplai listri pada tiga kabupaten tersebut.

“Adanya kerusakan pada salah satu tower transmisi 70 kV di section Maulafa – Naibonat yang diakibatkan oleh longsor dimana tower ini merupakan tulang punggung untuk menyalurkan aliran listrik ke Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Belu,” ujarnya.

Menanggapi kabar tersebut, Ratna Juwita mengaku bersyukur dan mengapresiasi kerja keras PLN di NTT.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras PLN dalam memulihkan listrik di daerah terdampak bencana banjir di NTT. Warga pasti akan lebih siap untuk recovery kalau aliran listrik telah tersedia kembali,” pungkasnya. (HP)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments