Lewat Film Pendek, PIXAR Angkat Isu-Isu Diskriminasi

Film Pendek PIXAR

Beritabaru.com, Jakarta – Siapa yang tidak mengenal PIXAR, sebuah studio animasi yang telah banyak menerbitkan banyak film terkenal seperti Finding Nemo, Ratatouille, WALL-E, Toy Story , Monsters, Inc., UP, dan karya lainnya.

Tak hanya itu, beberapa film pendek nya juga tak kalah menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi di kalangan penggemarnya, sebut saja Luxo Jr, Boundin, Partly cloudy, One man band, Piper, dan lainnya.

Mencoba out of the box, Pixar membuat program sparks shorts untuk menggali isu cerita dan model penceritaan baru yang dituangkan dalam bentuk film pendek. Dikutip dari laman pixar.com, program sparks shorts memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk menggali lebih jauh beberapa ide cerita yang belum pernah diangkat di film PIXAR terdahulu, disertai pengemasan dan latar belakang yang berbeda.

Kenekatan pixar terbayar. Dengan mengusung konsep cerita dan isu diskriminasi, gender, keterbukaan, dan isu lain yang belum pernah diangkat di film – film Pixar sebelumnya, terbukti sejak rilis di bulan februari 2019, film pendek program sparks shorts sukses meraih perhatian publik.

Berita Terkait :  Im Not a Toy !! : Film Toy Story 4

Dari total enam judul film yang akan dirilis, sudah tiga buah film yang dilepas ke publik di bulan februari 2019. Adapun judul ketiga film tersebut:

  1. Purl ( durasi 8.44 menit, sutradara Kristen Lester, produser Gillian Libbert-Duncan).
  2. Smash and Grab ( durasi 8.08menit, sutradara Brian Larsen, produser David Lally).
  3. Kitbull (durasi 8.58 menit, sutradara Rosana Sullivan, produser Kathryn Hendrickson)

Sedangkan sisa tiga film lainnya akan dirilis di bulan November 2019:

  1. Float (sutradara Bobby Rubio)
  2. Loop (sutradara Erica Milsom)
  3. Wind (sutradara Edwin Chang)

Film pendek pixar memang selalu membawa angin segar, dengan penyajian cerita yang tak terduga membuatnya layak untuk ditunggu. [Soe]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan