Berita

 Network

 Partner

Lean On Terus Bergerak Tingkatkan Kesadaran Pentingnya 3T pada Penyandang Disabilitas
Para pemateri dan penanggap saat berswafoto bersama dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari program LeaN ON, Senin (2/8). Foto: Youtube BNPB.

Lean On Terus Bergerak Tingkatkan Kesadaran Pentingnya 3T pada Penyandang Disabilitas

Berita Baru, Jakarta – Dalam upaya untuk ikut berkontribusi dalam pengendalian pandemi COVID-19, LeaN On akan terus bergerak meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya 3T, terutama bagi para penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Yayasan Mercy Corps Indonesia (YCMI), Ade Soekadis dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T, Senin (2/8).

“Program LeaN On by INVEST DM tidak berhenti dan berpuas diri dengan selesainya kegiatan komunikasi risiko COVID-19 yang telah menghasilkan peningkatan pengetahuan, sikap dan penerapan protokol kesehatan mereka yang terlibat program,” kata Ade Soekadis.

LeaN On (Leaving No One behind) merupakan sebuah program Risk-Communication and Community Engagement (RCCE) yang diluncurkan sebagai inisiatif tambahan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan INVEST DM yang bertujuan untuk mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia.

Berita Terkait :  Direksi Baru Kimia Farma Diagnostika Lakukan Pembenahan

Program ini didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) Indonesia melalui Empowering Access to Justice (MAJu) – The Asia Foundation (TAF).

Direktur Pengembangan Strategi dan Penanggulangan Bencana BNPB (PSPB BNPB), Dr. Agus Wibowo mengatakan Program LeaN On sejak September 2020 telah mengerahkan upaya terbaik dalam menjangkau lapisan masyarakat rentan dan termarjinalkan di 30 kota/kabupaten di enam provinsi.

“LeaN On bergerak untuk memastikan akses yang setara kepada informasi risiko COVID-19, edukasi pencegahan, serta informasi bahkan menjembatani akses pada perlindungan sosial di masa pandemi,” kata Dr. Agus Wibowo.

Belajar dari lonjakan kasus pada gelombang kedua pandemi, semakin jelas bahwa diperlukan kesadaran akan pentingnya upaya pengendalian pandemi yang terpadu antara 5M, 3T dan vaksinasi.

Berita Terkait :  Benarkah Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Tak Bisa Perpanjang SIM?

“Oleh karena, kami dari Direktorat PSPB BNPB, selaku pengampu program LeaN On by INVEST DM, sangat mendukung upaya LeaN On untuk mengangkat isu pentingnya pelibatan masyarakat dalam 3T yang inklusif,” tegas Dr. Agus Wibowo.

Survei LeaN On

Dalam survei yang dilakukan oleh tim LeaN On kepada 673 orang responden pada tanggal 29 Juli – 1 Agustus 2021, didapatkan hasil bahwa mayoritas responden telah mengetahui bahwa penanganan COVID19 terpadu memerlukan praktek 3M, vaksinasi, dan 3T (78.01%).

Hasil tersebut selaras dengan pemahaman bahwa mereka menganggap perlu bagi seseorang yang merasa terpapar atau terkonfirmasi positif COVID-19 untuk memberitahukan orang yang baru-baru ini berinteraksi dengannya atau melakukan tracking (86.63%).

Berita Terkait :  Presiden Klaim Kasus Positif COVID-19 Terus Menurun

Mayoritas 67% dari responden setuju jika pemerintah melakukan lockdown sebagai langkah penanganan pandemi COVID-19.

Menindak lanjuti hasil survei tersebut, tim LeaN On berupaya adaptif dengan dinamika penanganan COVID-19 di pusat dan daerah sambil bernavigasi untuk memberikan yang informasi terkini dan akurat untuk ketangguhan 162 ribu peserta program.

“Besar harapan kami agar bahasan dalam kegiatan webinar tadi dapat makin menggulirkan isu pentingnya kesadaran dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dan agen perubahan dalam mendukung upaya 3T yang dipandu sektor kesehatan,” pungkas Ade Soekadis.