Kritisi Penanganan Covid-19, Pengamat : Indonesia Butuh Makan, Bukan Beton

-

Berita Baru, Depok – Pengamat Politik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengkritisi penanganan pandemi Covid-19 di Indoensia.

Terkait anggaran, Jerry menilai, seharusnya Pemerintah fokus kepada kesehatan masyarakat bukan, justru memperkebut pembangunan infrastuktur.

“Indonesia butuh makan, bukan beton,” ketusnya.

Dia berpendapat, seharusnya Pemerintah mengalihkan anggaran pembangunan infrastuktur untuk penanganan Covid-19 termaksud, pembiayaan lockdown dan vaksinasi.

“Nah, sebetulnya bisa lockdown dengan syarat anggaran infrstruktur dihentikan tapi justru sebaliknya dikebut. Utang kian membengkak saat ini sudah mencapai Rp6.500 triliun,” jelas Jerry, Jumat (09/07).

Direktur P3S itu mengakui, telah mengusulkan kepada Pemerintah agar melakukan lockdown sejak Februari silam. Namun, kata Jerry, usulnya tak digubris Pemerintah.

Berita Terkait :  Pasien Covid-19 Meningkat, Begini Kata PGI-S Kota Depok
Berita Terkait :  Jokowi Minta Kepala Daerah Turun Langsung Tangani Covid-19

“Dari January 2020 saya sudah ingatkan langsung bikin status darurat dan juga Febuary saya usulkan lockdown biar tak banyak korban tapi tak digubris. Kalau pakai masker barangkali sebelum WHO saya yang pertama usulkan dan itu diikuti,” ungkapnya.

Lebih dalam, dia mengemukakan, berbagai negara telah berhasil melakukan lockdown dan tak berpengaruh signifikan terhadap ekonomi.

“Nah, kita (Pemerintah, red) terlalu banyak considering atau pertimbangan bahkan terlalu banyak agenda rapat membahas penanganan Covid-19 tapi mubazir,” beber pria lulusan Harvard University tersebut.

Soal vaksinasi, Jerry menyebutkan bahwa, pelaksanaan langkah pencegahan tersebut baik adanya. Namun, kerap menimbulkan kerumunan sehingga, berpotensi pada penularan yang masif.

“Saat ini kita ngotot dengan Vaksinasi itu bagus tapi membuat banyak kerumunan ini kan bahaya. Mereka saja yang dikarantina atau isolasi di rumah banyak yang meninggal apalagi ini. Takutnya muncul varian dan kluster baru lagi,” terangnya.

Berita Terkait :  BNPB Kembangkan Sistem Informasi Bencana Secara Real-time
Berita Terkait :  Arahan Presiden pada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19

Semua kegagalan itu, dikatakannya, karena masyarakat yang tak disiplin dan pemerintah yang gagal fokus serta tak konsisten.

“Jadi, hebatnya Indonesia lebih banyak beremuk-berdiskusi ketimbang berpikir-bertindak,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Lebih Fokus Menangani Covid-19 Dulu

TERBARU