Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Korut Menuduh PBB Menerapkan Standar Ganda atas Kegiatan Militernya
(Foto: KCNA VIA KNS/AFP/Getty Images)

Korut Menuduh PBB Menerapkan Standar Ganda atas Kegiatan Militernya

Berita Baru, Internasional – Korea Utara (Korut) menuduh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menerapkan standar ganda terkait kegiatan militer mereka di antara negara-negara anggota PBB lainnya. Hal ini bermula dari kritik tajam dunia internasional terkait uji coba rudal Korut baru-baru ini.

Seperti dilansir The Guardian, Minggu (3/10), DK PBB melangsungkan pertemuan tertutup pada hari Jumat (1/10) atas permintaan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain mengenai peluncuran rudal Korut.

Diketahui pertemuan itu dilangsungkan sehari setelah Korut menembakkan rudal anti-pesawat yang baru dikembangkan, yang terbaru dalam serangkaian uji coba senjata baru-baru ini. Sebelumya Korut juga meluncurkan rudal hipersonik, rudal balistik dan rudal jelajah dengan kemampuan nuklir potensial.

Jo Chol Su, direktur jenderal Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan pertemuan DK PBB tersebut merupakan sebuah “bentuk ketidaktahuan secara terbuka dan perambahan pada kedaulatan Korut dan provokasi serius yang tidak dapat ditoleransi.”

Jo menuduh DK PBB menerapkan standar ganda karena tetap diam tentang latihan militer gabungan AS dan uji senjata dengan sekutu. Namun mereka mempermasalahkan kegiatan “membela diri” Korea Utara.

“Ini adalah penolakan terhadap ketidakberpihakan, objektivitas dan keseimbangan dalam jalur kegiatan PBB, dan manifestasi nyata dari standar kesepakatan ganda,” kata Jo dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

Sebelumnya, Korut meluncurkan rudal anti-pesawatnya pada Kamis (30/9) lalu. KCNA melaporkan, rudal tersebut memiliki “kinerja tempur yang luar biasa” dan termasuk kontrol kemudi kembar dan teknologi baru lainnya.

Sebuah foto di surat kabar resmi Rodong Sinmun menunjukkan sebuah rudal naik miring ke langit dari kendaraan peluncuran.

Diketahui rudal anti-pesawat memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada rudal balistik yang dilarang dikembangkan Korut, berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB. Rudal ini juga lebih sulit dideteksi dari jauh.