Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Rapat Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) Keenam yang dipimpin oleh Kim Jong Un. Foto: KCNA.
Rapat Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) Keenam yang dipimpin oleh Kim Jong Un. Foto: KCNA.

Korea Utara Siap Konfrontasi Jangka Panjang dengan Imperialisme AS



Berita Baru, Pyongyang – Korea Utara menyatakan kesiapannya untuk konfrontasi jangka panjang dengan imperialisme AS beberapa jam sebelum pertemuan tertutup Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas uji coba rudal Korea utara baru-baru ini, atas permintaan Amerika Serikat dan beberapa negara lain.

Pernyataan kesiapan korean untuk ‘bermusuhan’ dengan AS’ tersebut dikeluarkan oleh Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) dalam pertemuan keenam Komite Sentral Kedelapan di gedung kantor Komite Sentral Partai pada Rabu (19/1). Kim Jong Un hadir dalam pertemuan tersebut.

“Politik Biro Komite Sentral Partai dengan suara bulat mengakui bahwa kita harus membuat persiapan yang lebih matang untuk konfrontasi jangka panjang dengan imperialisme AS,” kata laporan kantor berita Korea Utara, KCNA, Kamis (20/1).

Atas dasar tersebut, Korea Utara mengatakan “tindakan praktis harus diambil untuk lebih andal dan efektif meningkatkan kekuatan fisik kita untuk membela martabat, hak berdaulat dan kepentingan negara kita.”

“AS dengan kejam mengomel negara kita dan melakukan tindakan bodoh dengan mengambil alih 20 tindakan sanksi independen. Terutama pemerintah AS saat ini tetap melakukan manuver untuk merampas hak DPRK untuk membela diri,” kata KCNA.

Ketegangan meningkat karena serangkaian uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini. Di tahun 2022 yang baru berjalan 20 hari, Korea Utara tercatat sudah melakukan peluncuran rudal 4 kali, termasuk dua “rudal hipersonik”.

AS kemudian memberikan sanksi kepada Korea Utara dan mendorong DK PBB untuk menggelar pertemuan membahas situasi di Korea.

Pada konferensi pers pertama di tahun 2022, Joe Biden tidak menyebutkan Korea Utara.

Namun, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mendororong untuk lebih serius dalam diplomasi.

“Kami tetap siap untuk terlibat dalam diplomasi yang serius dan berkelanjutan tanpa prasyarat untuk membuat kemajuan nyata,” kata juru bicara itu, dilansir dari Reuters.

Juru bicara tersebut juga menambahkan bahwa Washington akan melanjutkan upayanya dalam koordinasi dengan masyarakat internasional untuk mencegah kemajuan dalam program senjata Korea Utara.

Sementara itu, Kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan sedang memantau latihan musim dingin Korea Utara sambil mempertahankan modus bersiap dan menyebut uji coba rudal baru-baru ini sebagai “ancaman serius.”