Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Korea Utara Menembakkan Rudal Balistik ke Perairan Jepang
(Foto: KCNA)

Korea Utara Menembakkan Rudal Balistik ke Perairan Jepang



Berita Baru, Internasional – Korea Utara menembakkan sebuah rudal balistik ke perairan lepas pantai Jepang, kata militer Korea Selatan dan Jepang.

Insiden itu terjadi ketika kepala intelijen Korea Selatan, Jepang dan AS dilaporkan bertemu di Seoul untuk membahas Korea Utara.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pyongyang telah memulai serangkaian uji coba yang diklaim sebagai rudal jelajah hipersonik dan jarak jauh, serta senjata anti-pesawat. Namun, beberapa dari uji coba ini disebut telah melanggar sanksi internasional yang ketat.

Seperti dilansir dari BBC, PBB telah secara khusus melarang uji coba rudal balistik serta senjata nuklir Korea Utara.

Pada hari Selasa (19/10), Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan satu rudal diluncurkan dari pelabuhan Sinpo, di timur Korea Utara di mana Pyongyang biasanya menempatkan kapal selamnya. Rudal tersebut kemudian mendarat di Laut Timur, atau yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengatakan ada dua rudal balistik, menyebut peluncuran itu “sangat disesalkan”.

Korea Utara terus maju dengan uji coba misilnya karena Korea Selatan juga mengembangkan senjatanya sendiri, yang menurut pengamat telah berubah menjadi ajang adu senjata di semenanjung Korea.

Baru-baru ini, Seoul meluncurkan rudal dari kapal selam dan mengadakan pameran pertahanan terbesar Korea Selatan minggu ini. Tidak hanya itu, Seoul juga disebut akan segera meluncurkan roket luar angkasanya sendiri.

Sampai saat ini, hubungan antara Korea Utara dan Selatan terus menegang karena bermuara pada Perang Korea, yang membagi semenanjung menjadi dua negara. Peperangan berakhir pada tahun 1953 dengan gencatan senjata.

Pecan lalu, Kim Jong-un mengatakan bahwa dia tidak ingin perang pecah di semenanjung Korea lagi, tetapi mengatakan negaranya perlu terus mengembangkan senjata untuk pertahanan diri melawan musuh, yaitu AS.

Dalam 24 jam terakhir, utusan AS untuk Korea Utara, Sung Kim, telah menegaskan kembali sikap pemerintahan Biden bahwa pihaknya terbuka untuk bertemu dengan Korea Utara tanpa prasyarat.

Pembicaraan sebelumnya antara AS dan Korea Utara gagal karena ketidaksepakatan mendasar tentang denuklirisasi. AS ingin Korea Utara menyerahkan senjata nuklirnya sebelum sanksi dapat dilonggarkan, tetapi Korea Utara sejauh ini menolak.