Korban Meninggal Konflik India Mencapai 42 Orang

Korban Meninggal Konflik India Mencapai 42 Orang

Berita Baru, Internasional – Kerusuhan antar umat beragama di India sudah mulai mereda. Meskipun demikian, jumlah korban meninggal konflik tersebut sudah sebanyak 42 orang.

Dalam keterangan media Mumbai Mirror, Sabtu (29/2) dari 42 korban meninggal tersebut, paling banyak meninggal di Guru Teg Bahadur (GTB) Hospital, yaitu 38 orang. Dan 3 orang di Lok Nayak Jai Prakash Hospital, serta satu orang di Pravesh Chandra Hospital.

Setelah kerusuhan mereda, masyarakat di daerah timur laut Delhi sudah mulai kembali beraktifitas keluar rumah dengan hati-hati untuk bekerja dan membukan toko.

Dilansir dari Kompas.com situasi yang terjadi di GTB Hospital ialah orang-orang berkerumun di luar kamar jenazah guna menanti jenazah kerabat maupun keluarganya keluar.

Sementara itu, pada Jumat (28/2) malam ratusan orang India-Amerika yang datang dari berbagai agama berkumpul di luar konsulat India di kota-kota besar Amerika Serikat (AS).

Perkumpulan tersebut memprotes kekerasan antar umat beragama yang terjadi di Delhi akibat kontroversi UU Kewarganeraan India.

Dalam aksinya, mereka meneriakkan ‘Memalukan’ kepada petugas di Kantor Konsulat India.

Berita Terkait :  Aksi Tutup Telinga di New Delhi

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinanya terkait konflik kekerasan yang menimpa umat Muslim di India yang menewaskan puluhan orang dan ratusan luka-luka.

“Kita prihatin ya masih ada hal seperti itu, perlakuan terhadap muslim di India ini seharusnya tidak ada,” ujar Wapres seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (1/3).

Menurut Wapres konflik antar umat beragama ini dapat dihindari dengan meningkatkan dialog-dialog antar agama guna menanamkan sikap toleransi dikalangan masyarakat.

Guna antisipasi konflik antarumat  beragama di Indonesia dan negara kawasan, Wapres akan segera menggagas pertemuan antar tokoh lintas agama internasional.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan