Berita

 Network

 Partner

Kemendes
Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (Foto : Kemendes PDTT)

Kontribusi BUMDes Tingkatkan Ekonomi Desa Hingga Tuntaskan Kemiskinan Ekstrim

Berita Baru, Jakarta – Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa dalam penanganan keluarga miskin ekstrim di desa hingga nol persen bukanlah pekerjaan ringan, tapi juga bukan pekerjaan yang terlalu berat.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri itu tetap optimis dengan tekad kuat dari desa yang ingin mengalami kemajuan dalam meningkatkan ekonomi, target itu bisa tuntas hingga tahun 2024.

“Kalau dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan semua pihak melaksanakan tugasnya masing-masing, saya optimis kemiskinan ekstrim nol persen di tahun 2024 di level desa itu akan terwujud. Karena desa itu pasti bisa,” kata Mendes Abdul Halim Doktor dalam rilis yang diterima Beritabaru.co, Selasa (19/10).

Mendes mengungkap bahwa desa adalah sumber identifikasi masalah, akar permasalahan pembangunan dimiliki oleh desa.

Berita Terkait :  Cegah Karhutla, Kemendes PDTT Siapkan Pendamping Desa

Sehingga, lanjutnya, solusi atas mayoritas permasalahan juga dapat dipecahkan dari desa, karena desa mendominasi sebagian besar permasalahan di Indonesia.

“Dari aspek kewilayahan, 74.961 desa di Indonesia melingkupi 91 persen wilayah seluruh Indonesia. Sedangkan dari aspek kependudukan terdapat sebanyak 43 persen penduduk Indonesia tinggal di desa,” ujarnya.

Lebih dari itu, Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini juga menuturkan bahwa desa memiliki jumlah kemiskinan terbesar dibandingkan kota.

“Saat ini, persentase penduduk miskin Indonesia mencapai 10,14 persen atau sebanyak 27,54 juta orang. Di Perkotaan, persentase penduduk miskin hanya 7,89 persen. Sedangkan di perdesaan mencapai 13,10 persen,” katanya.

“Adapun kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai 4 persen atau mencakup 10,9 juta jiwa dan sekitar 7,3 juta jiwa warga miskin ekstrim tinggal di desa,” imbuh Gus Menteri.

Berita Terkait :  Gus Menteri Pererat Hubungan Bilateral Dengan Hongaria di Bidang Pembangunan Desa

Dalam rilisnya disampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statitik pada bulan Mei 2021 disebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di perdesaan lebih rendah dibandingkan perkotaan.

Di Perkotaan, jelasnya, Tingkat Pengangguran Terbuka mencapai 8 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 4,11 persen.

Kontribusi BUMDes Tingkatkan Ekonomi Desa Hingga Tuntaskan Kemiskinan Ekstrim

“Data tersebut menyisakan anomali, dimana perdesaan yang memiliki tingkat pengangguran lebih rendah dari perkotaan. Tapi perdesaan memiliki tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem lebih tinggi dibandingkan perkotaan,” katanya di Jakarta, Selasa (19/10).

Oleh karena itulah, dalam rencana aksi penanganan kemiskinan ekstrem di desa, salah satu yang akan dilakukan Kemendes PDTT adalah meningkatkan pendapatan warga desa melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

“Padat Karya Tunai Desa (PKTD), pengembangan dan pelibatan warga desa dalam unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dengan sejumlah program-program pemberdayaan yang dapat meningkatkan pendapatan warga desa,” ungkap Gus Menteri.

Berita Terkait :  Jokowi Dukung PROJO dan GAPKI Lakukan Gerakan Vaksinasi 7 Juta Warga

Dari Sejumlah yang dapat meningkatkan pendapatan Warga tersebut, lanjutnya, BUMDes yang paling banyak berkontribusi untuk pembangunan desa dan penguatan ekonomi warga desa.

“Apalagi, Pada tahun 2021 sebanyak 45.233 Bumdes yang masih aktif telah mempekerjakan lebih dari 20 Juta orang dengan omset Rp 4,6 triliun selama setahun terakhir. oleh karena itu, saya optimis angka nol persen kemiskinan ekstrim akan terwujud di tahun 2024,” katanya.