Berita

 Network

 Partner

Kompetisi Vakum, Madura United Tidak Mau Bahas Untung-Rugi
Sumber foto: Detik Sport

Kompetisi Vakum, Madura United Tidak Mau Bahas Untung-Rugi

Berita Baru, Sepak BolaMadura United tidak mau menghitung kerugian pasca Shopee Liga 1 2020 ditangguhkan karena pandemi virus korona. Tim kebanggan masayarakat Madura sangat memaklumi situasi genting saat ini.

Pertandingan Shopee Liga 1 tidak mungkin digelar dalam waktu dekat. Kemungkinannya, paling cepat, kompetisi tertinggi di Indonesia baru bisa bergulir pada 1 Juli 2020. Itu pun masih harus menunggu keputusan apakah akan ada perpanjangan terhadap Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona yang akan selesai 29 Mei 2020.

Jika misalnya hal itu terus berlanjut, maka dipastikan Shopee Liga 1 musim 2019-2020 bisa dibatalkan oleh PSSI. Dan Madura United cenderung memilih skenario kedua.

Berita Terkait :  Live Streaming Athtletic Bilbao vs Real Madrid, 16 Mei 2021

Dalam hal pemasukan, saat ini pendapatan tim-tim Shopee Liga 1 sangat minim. Pemasukan dari pos tiket misalnya, nihil. Begitu juga dengan Sponsor yang belum tentu sepakat untuk mencairkan dana mengingat kompetisi dinyatakan vakum. Sehingga, seluruh klub punya potensi merugi.

Kompetisi Vakum, Madura United Tidak Mau Bahas Untung-Rugi
Direktur Madura United, Haruna Soemintro. Sumber foto: Goal Indonesia

“Ketiika ada bencana global seperti ini, sangat tidak elok menghitung ungtung-rugi dalam hal materi. Seluruh tim, pasti memang mengalami kerugian, kecuali mungkin cuma  spekulan,” kata Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

Surat Edaran dari PSSI untuk para peserta Shopee Liga 1 dan Liga 2 pada tanggal 27 Maret 2020 lalu mengumumkan enam keputusan. Salah satunya adalah mempersilakan pihak klub untuk melakukan perubahan kontrak dengan pemian.

Berita Terkait :  Sisa Laga Serie A Italia Dijadwalkan Selesai pada 15 Juli 2020

Dengan sangat bijak, PSSI memperbolehkan klub untuk membayar maksimal 25 persen dari gaji pemainnya sejak bulan Maret sampai dengan Juni 2020. Itu artinya, akan ada pemotongan gaji besar-besaran mencapai 75 persen tiap bulannya.

Sejalan dengan itu, klub milik Ahsanul Qosasi, Madura United memilih patuh pada putusan dan instruksi dari PSSI. “Urusan gaji pemain, kami akan mengikuti apa-apa yang menjadi keputusan PSSI,” terang Haruna Soemintro.

Madura United saat ini menempati posisi ke depalan di bawah Persija Jakarta dengan mengoleksi 4 poin.

Kompetisi Vakum, Madura United Tidak Mau Bahas Untung-Rugi
Sumber foto: Bobotoh