Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Komnas KIPI Sebut Vaksinasi Solusi Nyata Memutus Penyebaran COVID-19
foto: Kemenkominfo

Komnas KIPI Sebut Vaksinasi Solusi Nyata Memutus Penyebaran COVID-19

Berita Baru, Jakarta – Pemerintah telah mencanangkan secara resmi program vaksinasi COVID-19 ditandai dengan pemberian suntikan dosis pertama kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (13/1) lalu.

Sejauh ini pemerintah telah mengupayakan ketersediaan 426 juta dosis vaksin COVID-19 untuk melayani kurang lebih 181 juta penduduk berusia 18 tahun ke atas.

“Pemerintah menyiapkan 426,8 juta vaksin dengan asumsi efikasi dan wastage,” ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara CEO Forum After Lunch Discussion yang dilakukan secara virtual, Selasa (19/1) lalu.

Sementara itu Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, vaksinasi nasional yang dilakukan pemerintah merupakan solusi nyata dalam memutus penyebaran COVID-19. Sehingga, masyarakat harus melaksanakannya ketika tiba waktunya divaksin.

“Kita harus percaya kalau kita laksanakan dengan sebaik-baiknya vaksinasi yang merupakan program nasional pemerintah. Karena ini satu upaya tambahan dalam mengendalikan penyebaran COVID-19,” ujar Hindra Irawan Satari, Rabu (20/1).

Menurut dia, vaksin wabah global yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat akan dijamin keamanannya. Karena pihaknya akan secara langsung memantau vaksinasi yang dilakukan di lapangan dari mulai kualitas vaksin yang disimpan hingga proses penyuntikan vaksin tersebut.

Dengan ketatnya, proses pengawasan yang dilakukan terkait vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Sudah seharusnya masyarakat yakin bahwa vaksin yang akan disuntikkan membawa khasiat dalam mencegah terinfeksi virus berbahaya itu.

“Dengan peraturan yang ada, kita sudah ada perwakilan di daerah-daerah yang akan mengawasi kegiatan vaksinasi,” tuturnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, setiap vaksin COVID-19 disuntikkan kepada individu akan mengakibatkan tiga efek samping yakni pertama, gejala lokal yang meliputi nyeri bengkak atau pegal pada lengan pasca divaksin. Efek ini akan hilang dalam beberapa hari ke depan.

Dua, gejala menyeluruh yang meliputi demam, pusing, mual, dan lemas pasca dilakukan penyuntikan vaksin COVID-19. Kejadian seperti itu, akan segera hilang dalam beberapa waktu.

Tiga, gejala anafilaksis bagi individu yang memiliki riwayat hipersensitif kepada obat maupun zat tertentu.

“Efek vaksinasi COVID-19 yang wajar dialami oleh individu,” katanya.