Khadijah Mellah, Perempuan Berhijab yang Membuat Sejarah di Atas Kuda Pacu

Khadijah Mellah

Beritabaru.co, Jakarta. – Khadijah Mellah pelajar berusia 18 tahun asal Pekham, diyakini sebagai orang pertama di Inggris yang tampil berhijab dalam pacuan kuda kompetitif. Tidak hanya itu, Mellah membuat sejarah di depan 25.000 penonton dengan memenangkan Piala Magnolia di Glorious Goodwood, Kamis (01/08).

“Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan ini – saya kehilangan kata-kata,” kata Mellah.

“Ketika saya melewati pos, saya tidak dapat mempercayainya, dan kemudian saya melihat semua keluarga dan teman-teman saya, lalu mulai menangis. Saya cukup kompetitif, jadi saya ingin memenangkan perlombaan ini, tetapi saya tidak pernah berharap,” tambah pebalap amatir asal London Selatan itu.

“Kuda membawakan saya kebahagiaan yang tak terukur. saya selalu mencintai mereka dan akan selalu melakukannya dan saya berharap dapat melanjutkan (prestasi) dan terus menunggang kuda,” harapnya, dilansir dari BBC Sport setelah pertandingan selesai.

Mellah menunggang kuda pada tujuh tahun lalu, tetapi belum pernah menunggang kuda sebelum April tahun ini. Dia berlatih di Newmarket dalam rangka menyambut Goodwood Festival.

Berita Terkait :  Liburkan Parlemen, Boris Johnson Didesak Mundur

“Orang-orang sangat menyambut prospek memiliki wajah baru di industri joki,” katanya kepada reporter BBC Sport.

Menurut catatan Muslim Women’s Sport Foundation, jumlah Joki Muslim Inggris wanita–dulu dan sekarang–ada dalam “angka tunggal”. Namun di dunia balap kuda, Mellah memandang identitasnya sebagai seorang pembuka percakapan.

“Kadang-kadang sulit menjelaskan latar belakang saya secara berulang-ulang kepada banyak orang yang berbeda, tetapi biasanya saya suka menjelaskan dari mana saya berasal dan bagaimana saya sampai di tempat saya sekarang,” katanya.

Kisah Khadijah Mellah tersebut, tentu patut diapresiasi. Ia memacu kuda dan berlomba di lingkungan sebagai minoritas, seperti perbedaan warna kulit dan agam. Tetapi bagi Mellah itu buka sesuatu yang mengganggu. Ia bahkan memaknai itu sebagai kesempatan berbicara dengan banyak orang dan membangun hubungan.

Hal tersebut membuatnya senang dan merasa diberkati, setidaknya menambah sedikit makna bagi kehidupan, mengingat tidak banyak orang mendapat kesempatan sebagai perwakilan.

Sebuah film dokumenter berjudul Riding A Dream menjadi ispirasi tersendiri bagi Mellah, dia berkata: “Ada banyak stereotip di sekitar gadis-gadis Muslim dan mereka tidak bisa mengikuti passion mereka di bidang olahraga dan impian mereka,” tutupnya.

Penulis : Dila
Sumber  : BBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan