Kevin De Bruyne; Aktor di Balik Motor Serangan City Saat Melawan Madrid

Sumber foto: akun Twitter @ChampionsLeague

Berita Baru, Jakarta — Kevin de Bruyne merupakan salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini yang dimiliki Manchester City. Sebagai seorang pemain dia punya kecerdasan. Dan sebagai seorang gelandang, dia mampu berkontribusi dalam membangun dan mengatur serangan dengan sebuah visi; umpan yang mampu mengiris dan merongrong pertahanan lawan. Lebih dari itu, dia punya akurasi tendangan keras yang mematikan.

Malam itu, saat timnya bertanding menantang Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (27/02) di Santiago Bernabeu, De Bruyne berhasil mendikte permainan Madrid. Bahkan membuat tim asuhan Zinedine Zidane itu hanya bisa gigit jari.

Ya, di Santiago Bernabeu, Los Blancos bertekuk lutut setelah kalah dari tamunya, Manchester City. Madrid dipaksa menerima kekalahan dengan skor 1-2 setelah unggul 1-0 melalui gol yang diciptakan Isco.

Zidane menilai, sebagaimana dilansir dari Footbal de Espana bahwa “10 menit terakhir sebelum pertandingan usai, Madrid kehilangan konsentrasi. Dan itu mengubah segalanya.” Madrid kebobolan dua gol, dan City membalikkan kedudukan.

Berita Terkait :  Rodri Hernandez Gabung Manchester City
Duel Kevin de Bruyne dan Ramos. Sumber foto: 90min.

Kekalahan tersebut tentu mempersulit El Real untuk lolos ke fase selanjutnya, mengingat mereka akan menjalani leg kedua di Etihad Stadium–kandang The Citizen.

Jika ada satu pertanyaan siapa pemain terbaik City sehingga mampu membuat Madrid menderita di kandang sendiri malam itu? Jawabannya adalah Kevin de Bruyne. Ya, gelandang asal Belgia yang kini berusia 28 tahun dan merupakan captain Manchester City bermaian sangat baik malam itu.

Berposisi sebagai gelandang serang di belakang Bernardo Silva, dia berhasil melakukan kontrol dan mengatur ritme permainan City, bahkan menjadi motor serangan dibalik kemenangan tim asuhan Pep Guardiola. Betapa tidak, aksi-aksi duelnya melawan pemain Madrid cukup menyita perhatian penonton saat itu.

Dia memenangkan duel dengan Sergio Ramos dan dengan cerdik menghindar dari tekanan gelandang bertahan Real Madrid, Casemiro. Malam itu, dia terlihat energik dengan kecepatan yang dimilikinya. Di pertandingan itu, satu aksinya bahkan sempat membuat Luka Modric terjatuh, malu.

Luka Modric terjatuh dikecoh De Bruyne.

Dalam statistik yang dirilis oleh Sofascore, dia tercatat membuat 68 sentuhan, 88% umpan akurat dan 4 umpan penentu. Bahkan salah satu umpannya berhasil menjadi gol setelah Gabriel Jesus menyambutnya dengan heading mematikan. Lebih dari itu, gol yang dicetaknya melalui tendangan penalti menjadi kunci bagi kemenangan City.

Berita Terkait :  Premier League: Akibat Corona, Man City vs Arsenal Tertunda

Apa yang dilakukan De Bruyne malam itu luar biasa. Pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez kemudian memujinya, “Dia menjadi pusat dari ancaman yang diberikan Manchester City. Dia pintar mengatur dan menguasai bola. Dia beberapa kali membuka keberuntungan di lapangan saat itu. Dia bahkan menunjukkan keputusan yang luar biasa, termasuk tendangan penalti yang didapatkan timnya.” dikutip dari laman resmi UEFA.

Sementara dengan kemenangan itu, De Bruyne sendiri menilai itu sebuah bekal yang baik. Melalui situs resmi Manchester City dia mengatakan:

“Di babak pertama permainan kami imbang. Lalu kami memulai babak kedua dengan baik, tapi kami justru kebobolan dalam situasi yang tidak tepat, karena saat itu kami berhasil medominasi. Namun kami merespons dengan cepat. Gol indah dari Jesus membuat kami bangkit. Dan gol saya melalui tendangan penalti itu sangat penting. Kemenangan ini adalah bekal di leg kedua nanti,” ucap De Bruyne.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan