Ketua Komisi X DPR RI Dorong Desa Wisata Menjadi Alternatif Masa Depan

Ketua Komisi X DPR RI
Ketua Komisi X DPR RI saat belajar membatik di Desa Wisata Giriloyo, Bantul, DIY (Foto:Dokumentasi Pribadi)

Berita Baru, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda melakukan Kunjungan Kerja Komisi X ke Batik Giriloyo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (29/2).

Menurut Ketua Komisi X Syaiful Huda, saat sektor pariwasata di Indonesia mengalami kelesuan akibat virus corona, perlu adanya konsolidasi dan promosi wisata dalam negeri. Ia menuturkan, saat ini pemerintah sudah menyiapkan insentif guna menlancarkan kembali sektor pariwisata.

Politisi PKB tersebut menyebutkan bahwa keberadaan desa wisata juga harus didorong oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun pengusaha dan industri pariwisata.

Syaiful menilai bahwa para wisatawan terkadang tidak betah bertahan lama di destinasi wisata utama, mereka pasti jenuh, sehingga dimungkinkan akan mencari wisata alternatif lain.

Keberadaan Desa Wisata, menurut Syaiful bisa menjadi Alternatif masa depan bagi para wisatawan.

“Sejak dari awal, saya membayangkan jika ada destinasi super prioritas semestinya harus ada destinasi alternatif nah desa wisata adalah destinasi alternatif yang menjadi penyangga dari destinasi prioritas tersebut,” kata Syaiful dalam keterangan tertulis di akun instagram pribadinya.

Berita Terkait :  Sosialisasi 4 Pilar, Kadafi Ajak Generasi Muda Kuatkan Toleransi

“Desa Wisata harus menjadi alternatif Destinasi Wisata Indonesia Masa depan, sebagai destinasi penyangga dan destinasi alternatif diseluruh penjuru pelosok Indonesia,” imbuhnya.

Syaiful mencontohkan salah satunya adalah Desa Wisata Batik di Gazebo Wisata Giriloyo. Menurutnya desa wisata batik tersebut akan dijadikan destinasi desa wisata internasional.

“Sekarang mereka sedang berbenah dalam semua hal untuk menuju kesana,” ujarnya.

Dengan perkembangan Wisata Desa tersebut Syaiful yakin bahwa kebahagiaan masyarakat desa akan tumbuh bersama seiring tumbuhnya desa-desa wisata di Indonesia.

Saat berkunjung kesana, Syaiful menemukan beberapa kendala, diantaranya sarana dan prasarana yang masih dalam proses, tempat penginapan yang masih kurang, serta infrastruktur menuju lokasi juga harus diperbaiki

“Menurut saya ini luar biasa karena destinasi ini melibatkan masyarakat langsung dan merupakan cita-cita yang paling baik, yakni wisata yang dikelola oleh masyarakat sendiri, jadi perlu didukung dan didorong. Hal ini merupakan model cara mendukung dan memfasilitasi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan