Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kesehatan Donald Trump Terbantu Racikan Obat Eksperimental
(Foto: AFP)

Kesehatan Donald Trump Terbantu Racikan Obat Eksperimental



Berita Baru, Internasional – Kesehatan Presiden Donald Trump nampaknya terbantu dengan obat eksperimental racikan Regeneron Inc. Trump dapat menerima antibodi untuk melawan penyakit dari antibodi tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular Amerika Serikat Kamis (8/10).

“Ada peluang yang cukup bagus yang faktanya membuat dirinya jauh lebih baik,” ungkap Fauci saat wawancara dengan MSNBC.

Fauci mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini jauh lebih serius dibanding flu musiman. Virus ini telah merenggut lebih dari 210.000 nyawa di Amerika Serikat dan lebih dari satu juta nyawa di seluruh dunia.

“Itu tak bisa diragukan,” kata Fauci ketika disinggung soal cuitan Donald Trump yang membandingkan Covid-19 dengan flu musiman, yang akhirnya dihapus oleh pihak Twitter.

Sebelumnya, Presidend Donald Trump yang masih dirawat di Gedung Putih akibat positif Covid-19 merencanakan lebih banyak langkah kampanye untuk pemilu presiden Amerika Serikat.

Pekan lalu, Trump dijadwalkan tampil dalam wawancara TV pertamanya sejak mengungkapkan bahwa dia terpapar Covid-19. Fox Business Network mengatakan wawancara itu akan disiarkan pada Kamis setelah pukul 8 pagi (1200 GMT).

Trump telah membatalkan negoisasi dengan Kongres untuk putaran baru stimulus bagi ekonomi AS yang terpukul dan menyatakan dalam sebuah video bahwa penyakitnya adalah “hadiah dari Tuhan. Ia mengaku sangat ingin kembali  berkampanye sejak keluar dari rumah sakit militer pada Senin (5/10).

“Saya pikir ini adalah berkah dari Tuhan yang saya terima. Ini adalah berkah terselubung,” kata Trump dalam video yang diunggah ke akun Twitter-nya pada Rabu (7/10).

Donald Trump mengaku bahwa penggunaan obat eksperimental dari Regeneron Pharmaceuticals Inc telah membuatnya merasakan langsung seberapa efektif obat tersebut.

Presiden AS tersebut berjanji untuk menyediakan perawatan secara gratis, namun ia tidak menjelaskan bagaimana akan menjalakannya dan siapa yang akan menanggung biaya perawatannya.

Hingga saat ini, Amerika Serikat mencatatkan lebih dari 44.000 kasus baru Covid-19 setiap hai.