Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pesawat F-35
(Foto: istimewa)

Kesal dengan Turki, AS Hancurkan Komponen Pesawat F-35 yang Akan Dikirim ke Turki

Berita Baru, Internasional – Pada tanggal 12 Mei, Breaking Defence yang mengutip laporan Government Accountability Office (GAO) mengatakan bahwa komponen-komponen utama untuk pesawat tempur Lockhead Martin F-35 Lightning II telah dihancurkan.

Penghancuran komponen-komponen itu didasarkan pada undang-undang AS untuk mengusir Turki keluar dari program.

Turki dikeluarkan dari program pesawat tempur F-35 pada Juli 2019 setelah mereka menerima senjata pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

Sebanyak 15 komponen F-35 yang pernah diproduksi di Turki saat ini tidak diporduksi pada tingkat yang dibutuhkan.

Pada saat yang sama, GAO melaporkan bahwa Lockhead harus berjuang untuk menemukan pemasok komponen baru tersebut sebagai pengganti.

Penghancuran komponen-komponen ini bermula dari keputusan Turki untuk membeli S-400 buatan Rusia. Keputusan Turki itu membuat AS menghentikan pengiriman F-35 dan senjata pertahanan udara American Patriot. Bahkan AS juga mengancam Turki dengan sanksi.

AS menyebut bahwa S-400 dan American Patriot tidak bisa bekerja sama dan tidak kompatibel.

Minggu ini, perwakilan khusus AS untuk Suriah James Jeffrey mengatakan masalah S-400 adalah hambatan terbesar untuk menormalkan kembali hubungan AS dan Turki.

Menurut GAO, kontraktor dari AS juga sering terlambat dalam mengirimkan suku cadangnya. Dan adanya penghentian pengiriman suku cadang ke Turki, maka ini akan menjadi tambahan hambatan bagi Turki untuk membuat F-35.

Menurut Defense Contract Management Agency (DCMA), selaku agen Pentagon yang bertanggung jawab untuk mengelola kontrak dari Departemen of Defense (DoD), “antara Agustus 2017 dan Juli 2019, jumlah suku cadang yang dikirim mengalami peningkatan, dari di bawah 2.000 menjadi lebih dari 10.000 … sekitar 60 persen kekurangan suku cadang … disebabkan oleh pemasok.”

Catatan lain dari GAO adalah terkait standar kualitas pesawat. Setidaknya lebih dari 500 pesawat yang sudah dikirim gagal memenuhi standar realibilitas dan perawatan.

Lebih lanjut, GAO menyimpulkan bahwa meskipun kontraktor mengubah proses pembuatan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan efisiensi, masih banyak yang harus dilakukan.

“Kecuali kantor program mengevaluasi risiko terkait hal ini, dinas militer dan mitra internasional berisiko tidak menerima pesawat berkualitas yang mereka beli,” simpul GAO.

Dengan perkiraan harga senilai US$ 1,6 triliun, program F-35 bisa dikatakan sebagai proyek senjata yang paling mahal dalam sejarah manusia dan sangat kontroversial.

Program F-35 itu merupakan program yang dibuat oleh Pentagon dan Lockheed untuk menciptakan pesawat tempur satu jenis untuk bisa digunakan oleh Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Korps Marinir.

Dengan kepentingan tersebut, F-35 memerlukan serangkaian solusi inovatif, tetapi juga menciptakan satu kelemahan serius. Misalnya seperti sebagai desain mesin tidak cocok untuk penyebaran jangka panjang di laut dan ratusan masalah besar dan kecil lainnya.


SumberSputnik News