Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kepulauan Solomon Tolak Tandatangani Deklarasi Pasifik yang Digagas AS

Kepulauan Solomon Tolak Tandatangani Deklarasi Pasifik yang Digagas AS

Berita Baru, Internasional – Para pimpinan dari 12 negara di Kepulauan Pasifik akan bergabung dalam deklarasi Pasifik dalam KTT Negara-negara Kepulauan Pasifik-AS yang telah dimulai pada hari Rabu.

Keterlibatan China dengan negara-negara Kepulauan Pasifik yang semakin meningkat, termasuk menandatangani pakta keamanan pertamanya di kawasan itu dengan Kepulauan Solomon, memicu kekhawatiran di antara AS dan sekutunya.

Seperti dilansir dari Sputnik News, Kepulauan Solomon telah menolak untuk mengikuti negara-negara Pasifik lainnya dalam menandatangani deklarasi 11 poin setelah terselenggaranya “KTT Negara Pulau AS-Pasifik” selama dua hari sejak Rabu.

Presiden Joe Biden telah mengundang negara-negara Kepulauan Pasifik ke pertemuan puncak pertama untuk menjalin “hubungan yang lebih dekat” di tengah meningkatnya kehadiran China di kawasan itu.

ABC News melaporkan bahwa sejumlah besar pemimpin Kepulauan Pasifik sangat keberatan dengan bagian dari rancangan yang menyebutkan persyaratan bahwa negara-negara Kepulauan Pasifik harus berkonsultasi satu sama lain secara erat mengenai keputusan keamanan dengan dampak regional.

Namun demikian, Kepulauan Solomon memiliki kekhawatiran khusus tentang kalimat yang terlampir dalam rancangan tersebut yang merujuk pada pada masalah keamanan termasuk yang terkait dengan krisis Ukraina.

Kepulauan Solomon, yang mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taipei ke Beijing pada 2019, telah meminta lebih banyak waktu dan persetujuan parlemen sebelum penandatanganan proposal AS untuk negara-negara kepulauan.

Presiden Federasi Mikronesia David Panuelo mengatakan pada hari Selasa di Washington bahwa “pernyataan visi” akan mencakup lima bidang tematik, termasuk pembangunan yang berpusat pada manusia, mengatasi perubahan iklim, geopolitik dan keamanan kawasan Pasifik, perdagangan, hubungan industri dan perdagangan. .

Para pemimpin Pasifik juga telah membandingkan rancangan deklarasi AS dengan proposal serupa yang diajukan oleh China pada bulan Juni. Para pemimpin Kepulauan Pasifik menolaknya dan meminta China untuk membuat dokumen baru.

Washington memperbarui cara untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan Pasifik dengan peningkatan kehadiran diplomatik, keamanan, dan ekonomi.

Sejak China mengumumkan pakta keamanan pertamanya dengan Kepulauan Solomon pada bulan April, pemerintahan Biden mengumumkan beberapa langkah untuk melawan pengaruh Beijing.

Pada bulan Juni, Gedung Putih meluncurkan inisiatif ‘Mitra di Pasifik Biru’ dengan Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Jepang, yang bertujuan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pemerintah Pasifik.