Kenang Sosok Almarhum Arbi Sanit, Ketua PBNU: Selamat Kembali Pulang Mas Arbi

Pengamat politik Arbi Sanit

Berita Baru, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas mengenang sosok almarhum Arbi Sanit sebagai tokoh berintegritas yang tak beringsut oleh godaan, tekanan, dan ancaman dari pihak manapun

“Ingatan pun melayang saat bersama Mas Arbi dan berbagai komponen berjibaku di masa pendirian dan awal keberadaan KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) tahun 1996 dan 1997. Saat demokrasi dipasung, pers dikungkung dan suara rakyat tak dihitung. Tokoh berintegritas ini tak beringsut oleh godaan, tekanan dan ancaman. Saya percaya mas Arbi memilih masa depannya sendiri,” tutur Robikin Emhas mengenang Arbi Sanit.

Robikin juga menyampaikan opini Arbi Sanit yang sempat diunggah Arbi di laman Facebooknya pada 19 Januari 2020.  “Sekarang musim membangkit kerajaan, bukan saja simbolik tapi disertai istana, raja dan ratu, punggawa, dengan pakaiandan upacara resminya. Ada yg menanggapi sebagai gejala kultural, ada yang menerima sebagai hak berkumpul dan berorganisasi. Tapi perlu dilihat secara politik,” katanya.

Robikin melanjutkan pernyataan Arbi, “Gejala itu membahayakan visi bernegara masyarakat yg gagal dimatangkan oleh penguasa dan pemerintah. Malah kelakuan korup dan gila hormat penguasa membentuk ketidak percayaan politik.”

Hal yang mengesankan juga adalah tulisan Arbi Sanit selanjutnya yang disampaikan Robikin “Sekalipun begitu, konsepsi dan institusi negara Indonesia mesti dihormati oleh warga negara. Tidak etis, tidak pantas dan lazim orang dan kelompok membentuk organisasi dg label kerajaan yg berarti negara. Pembiarannya, membari peluang membentuk kilafah, imperium, kemaharajaan, yang semuanya itu mengacaukan konsepsi bernegara. Maka kelompok dan organisasi pembentuk kerajaan atau negara, perlu ditertibkan istilah, atribut sampai upacara dan tempatnya.”

“Selamat kembali pulang Mas Arbi. Semoga Allah SWT mengampuni segala salah-khilaf Mas Arbi, menerima semua kebajikan yang Mas Arbi lakukan dan membalasnya dengan keuntungan ukhrowi. Demikian halnya, semoga keluarga dan kami semua bisa meneruskan laku baik dalam upaya mewujudkan cita-cita para pendiri NKRI,” pungkas Robikin.

Sebelumnya, pengamat politik Arbi Sanit dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (25/3) pagi. Arbi Sanit sempat menjalani perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

“Innalillahi wainnailaihi Rojiun telah meninggal dunia Bapak saya Arbi Sanit di RSCM pukul 07.15 WIB, mohon dibukakan pintu maaf bila Bapak ada salah,” ucap Feri Sanit, anak Arbi SanitSebe

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini