Kemiskinan di Papua Naik 0,1 Persen

    Kemiskinan
    Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN)-Fattahul Muluk (iainpapua.ac.id)

    Beritabaru.co, Jayapura – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia adalah 9,47 persen, merupakan yang terendah sejak tahun 1998.

    Berbanding terbalik dengan kondisi nasional, tingkat kemiskinan di Provinsi Papua justru meningkat sebesar 0,1 persen dalam enam bulan terakhir. Pada September 2018, angka kemiskinan Papua sebesar 27,43 persen, sedangkan pada Maret 2019 meningkat menjadi 27,53 persen.

    Walhasil, salah satu Provinsi penerima dana otonomi khusus tersebut masih kokoh menduduki peringkat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

    Menanggapi situasi tersebut, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Jayapura, Dr. H. Idrus Alhamid turut memberikan tanggapan.

    Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah harus lebih diefektifkan secara serius, tidak boleh hanya sekedar pencitraan.

    “Naiknya angka kemiskinan Papua membuktikan kebijakan pemerintah daerah tidak tepat sasaran”. Tutur Idrus kepada redaksi beritabaru.co melalui jejaring sosial WhatsApp.

    Ia mencontohkan, pemberian bantuan modal oleh pemerintah yang tidak disertai dengan pelatihan, pendampingan dan penyediaan pasar, hanya akan menimbulkan ketergantungan masyarakat semata.

    Berita Terkait :  Waspada Banjir Rob, Khofifah Ingatkan Masyarakat

    Apabila bantuan modal tersebut, lanjutnya, tidak disertai pelatihan, maka masyarakat lokal tidak akan mampu melakukan pengelolaan lahan secara produktif.

    Selain itu, ia juga menyoroti tidak adanya upaya dari pemerintah untuk menyiapkan pasar yang pasti, agar komoditas lokal yang dikelola masyarakat dapat lebih mudah dijual dengan harga yang layak.

    “Tanpa adanya pelatihan dan penyediaan pasar, masyarakat asli Papua tidak akan kunjung sejahtera”. Pungkasnya. [Priyo Atmojo]

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan