Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kemenkeu
siswa – siswi Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) sedang mengikuti pembelajaran literasi keuangan negara dalam program Kemenkeu Mengajar. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Kemenkeu Mengajar: Siswa Sekolah Indonesia di Tokyo Belajar Literasi Keuangan Negara

Berita Baru, Jakarta – Literasi keuangan dan ekonomi negara merupakan aspek vital kehidupan  masyarakat saat ini. Oleh sebab itu KBRI Tokyo memfasilitasi Program Kemenkeu RI Mengajar ke-6 tahun 2021 kepada siswa – siswi Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) tingkat SD, SMP dan SMA.

Program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam sumbangsih pengetahuan dan pemahaman keuangan dan anggaran negara kepada putra-putri bangsa.

Sebagaimana di Informasikan melalui laman Kemendikbud dan Kemlu RI, acara digelar secara daring, pada Selasa 9 November 2021. Kegiatan yang dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Yusli Wardiatno, Atase Keuangan (Atkeu) Sonny Surachman Ramli dan Kepala Sekolah SRIT Saidan.

Dalam kesempatan tersebut, Atdikbud Yusli menyampaikan paparan singkat peran, fungsi, dan perkembangan SRIT. “Perlu dilaporkan kepada Bapak Dirjen dan Jajaran Kemenkeu, bahwa selain sebagai pusat pelayanan pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen) bagi putra-putri WNI di Jepang,” tuturnya.

“SRIT juga diamanatkan untuk menjangkau layanan dikdasmen bagi putra-putri WNI di negara-negara Asia Timur,” kata Atdikbud Yusli yang menegaskan kebijakan ini telah resmi dirilis lewat Surat Mendikbudristek Nomor 223/P/2021 tanggal 15 September 2021.

Atdikbud Yusli  dan Atase Keuangan (Atkeu) Sonny Surachman Ramli dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Kemenkeu Mengajar ke-6 ini di SRIT. “Kegiatan KM6 ini sangat bermanfaat untuk memberikan ilmu dan pengetahuan  tentang perekonomian dan keuangan negara kepada siswa-siswi SRIT” ujar Sonny.

Atdikbud Yusli, pada kesempatan ini, juga melaporkan kondisi terkini Gedung SRIT terkait keamanan bagi siswa terhadap bencana alam terutama gempa dan berharap Kemenkeu dapat mengalokasikan anggaran ke depan dalam perbaikan atau bahkan pembangunan ulang Gedung SRIT.

Sementara, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Luky Alfirman mengucapkan terima kasih kepada KBRI Tokyo yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Program Kemenkeu RI Mengajar ini.

Selain mendapatkan materi, para siswa siswi SRIT menyaksikan pemutaran video dokumentasi perjalanan Kemenkeu Mengajar (KM) 1 sampai 5 di berbagai sekolah dan daerah di seluruh pelosok tanah air Indonesia. Termasuk pemutaran video profil dan penampilan siswa siswi SRIT. 

Kepala SRIT, Saidan, mengapresiasi Kemenkeu atas diikutsertakannya SRIT pada program Kemenkeu Mengajar ke-6 ini. “Ini merupakan proses pendidikan keuangan dan ekonomi negara yang sangat bermanfaat bagi anak-anak bangsa,” ucap Saidan.

Sebagai tambahan informasi, dalam Kemenkeu Mengajar ke-6 sesi paparan materi masing-masing dibagi menjadi tiga kelas, yaitu: Kelas SD di Ruang Laboratorium Komputer, Kelas SMP di Ruang Induk Lantai 3, dan Kelas SMA tetap di Ruang Aula Olahraga SRIT.

Adapun yang menjadi pemateri secara daring dalam kegiatan itu diantaranya adalah Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Luky Alfirman, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga R. Syarif Hidayat.

Selain itu, Kepala KPP Pratama Matraman Ani Natalia, Fungsional Penyuluh Kanwil LTO Didy Supriyadi, dan Pelaksana KPKNL Bandung R. Ahmad Iman Abdurahman. Materi yang disampaikan diantaranya  tentang Pengenalan APBN, Pengenalan Kemenkeu dan upaya Kemenkeu dalam menangani Covid-19 serta dampaknya pada perekonomian nasional.