Kemenkes Kaji Ulang Sasaran Vaksinasi Covid-19 Buatan AstraZeneca

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi

Berita Baru, Jakarta – Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa, Kemenkes sedang mengkaji ulang sasaran vaksinasi Covid-19 buatan AstraZeneca.  

Hal ini dilakukan menyusul masalah pembekuan darah di sejumlah negara Eropa akibat penyuntikan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Inggris tersebut.

Pengkajian ulang ini dilangsungkan bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

“Kami mengikuti apa yang menjadi arahan BPOM, karena kita tahu, BPOM bersama ITAGI sedang melihat kembali apakah kriteria penerima vaksin yang sudah dikeluarkan, yang diujikan vaksin produksi Sinovac Bio Farma ini juga akan sama dengan kriteria vaksin yang akan kita gunakan untuk AstraZeneca,” kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (16/3/2021).

Sebelumnya, Kemenkes menetapkan 1,1 juta vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia pada Senin, 8 Maret 2021 lalu ditujukan untuk program vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia).

Nadia juga menyatakan bahwa penundaan penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia hanya dilakukan secara sementara dan bukan permanen. Penundaan sementara itu dilakukan untuk memenuhi prinsip kehati-hatian negara dalam memberikan jaminan keamanan vaksin terhadap rakyat.

“Kalau kita melihat sudah 17 juta orang mendapat vaksin AstraZeneca, dimana kasus penggumpalan darah dilaporkan 40 kasus. Pertama, kasusnya sangat kecil, yang kedua, tidak ada hubungan dengan vaksin AstraZeneca,” tandas Nadia.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini