Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Aplikasi Relawan Desa

Kemendes PDTT Siapkan Aplikasi Permudah Tugas Tim Relawan Desa

Berita Baru, Banjarbaru – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan aplikasi Desa Melawan Covid-19 (e-DMC) dan Human Development Worker (e-HDW) untuk mempermudah tugas Tim Relawan Desa dalam akses data.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kalimantan Selatan, Zulkifli mengatakan Relawan Desa bertugas untuk mencegah dan menangani Covid-19 melalui koordinasi dengan Dinas PMD, Dinas Kesehatan dan BPBD tingkat kabupaten.

“Ketua dan penanggungjawab Tim Relawan Desa adalah Kepala Desa dan wakilnya Ketua BPD, dengan anggota dari unsur aparat desa dan dusun, tokoh masyarakat dan Kader Penggerak Masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya bermitra dengan tenaga pendamping yang ada di desa,” ucap Zulkifli, Banjarbaru, Rabu (10/6).

Untuk mempermudah tugas Tim Relawan Desa, lanjut Zulkifli, pemerintah juga tengah menyiapkan aplikasi mobile berbasis android yang dapat diunduh menggunakan smart phone. “Aplikasi ini memudahkan untuk proses pengumpulan data secara real time dan data-data ini dapat diakses oleh Pemerintah Desa, Kabupaten dan Pusat,” kata Zulkifli.

Dijelaskan Zulkifli, aplikasi tersebut berisi data-data umum di desa dan dusun serta data hasil pemantauan dan laporan aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi  tingkat desa yang berhubungan dengan dampak Covid-19. “Aplikasi ini dapat diinput secara online maupun offline. Direncanakan aplikasi ini akan digunakan oleh seluruh desa di Indonesia,” terang Zulkifli.

Sebelum bisa digunakan, kata Zulkifli, desa terlebih dahulu mendapatkan pelatihan secara online oleh provinsi dan kabupaten. “Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan kemampuan  bagi  peserta tentang bagaimana aplikasi  tersebut  dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh desa dalam menjalankan upaya-upaya penanganan dan pencegahan Covid-19, mulai dampak dan selama pasca pendemi Covid-19,” jelas Zulkifli.

Selain dilakukan secara online, Zulkifli mengatakan desa juga bisa melakukan pembelajaran mandiri dan praktek langsung melalui panduan yang tersedia di website. “Pelatihan aplikasi Covid-19  menggunakan pendekatan pembelajaran aktif secara daring (online) dengan mengkombinasikan teori dan praktek,” kata Zulkifli.