Berita

 Network

 Partner

KSM

Kemenag Selenggarakan KSM 2021 secara Hybrid

Berita Baru, Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyelenggarakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2021 secara hybrid, daring sekaligus luring.

Seperti disampaikan dalam pembukaan KSM 2021 tingkat nasional yang ditayangkan via Kanal Youtub Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Sabtu (23/10), skema hybrid dipilih sebagai antisipasi atas apa yang terjadi sebelumnya.

Pada tahun 2020, KSM dilaksanakan secara daring. Dan seperti kebanyakan kegiatan perlombaan daring, persoalan-persoalan tidak terhindarkan.

Disebut, selama ujian berlangsung perilaku para peserta tidak terkontrol. Sebab peserta mengerjakan ujiannya di kediaman masing-masing.

Untuk itu, pada KSM ke-9 ini skema yang digunakan adalah hybrid. Di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, KSM dilakukan daring, sedangkan di tingkat nasional baru luring.

Berita Terkait :  Mau Menghafal Al-Quran dengan Mudah, Ini Strateginya

Detailnya, para finalis nanti dikumpulkan di provinsi masing-masing yang di situ sudah disiapkan juri langsung dari pusat, sehingga pengawasan bisa optimal.

Selain pengawasan di tempat, para finalis juga masih dipantau secara daring oleh Posko Pusat di Jakarta.

Pembaruan lain dari KSM adalah bahwa di tahun 2021, KSM memberlakukan tiga (3) bahasa: Indonesia, Inggris, dan Arab.

Ini sengaja dilakukan untuk mempersiapkan para peserta dalam menghadapi persaingan di tingkat intenasional, yang rencananya akan melibatkan negara-negara sahabat.

“Tujuan Akhir dari diselenggarakannya Kompetisi Sains Madrasah ini adalah mencetak ahli Sains yang juga Santri,” begitu ungkap Komite Pusat KSM Kusaeri pada Beritabaru.co.

Perlu diketahui, KSM 2021 pada tahap awal diikuti sebanyak 76.496 peserta. Yang lolos pada tingkat kabupaten/kota sebanyak 75.444.

Berita Terkait :  Revitalisasi Monas Belum Kantongi Izin Komisi Pengarah

Dari jumlah terakhir tersebut disaring lagi menjadi 14.004 di tingkat provinsi dan akhirnya hanya tersisa 374 peserta untuk bersaing di tingkat nasional.

Di tingkat nasional, para peserta akan menjalani dua (2) model ujian: Computer based Test (CBT) dan tes eksplorasi.