Keluar Islam dan Masuk Industri Pornografi, Sorang Perempuan Hampir Dibunuh

pornografi
(Foto : foxpop.id)

Berita Baru, Internasional – Dua pria Afghanistan yang tinggal di Inggris ditangkap karena berencana melakukan pembunuhan terhadap seorang perempuan yang diduga meninggalkan Islam dan memilih bekerja di industri pornografi.

Dilansir dari Sputnik, Senin (9/9), Badan Kejahatan Nasional mengidentifikasi kedua orang itu sebagai Mohammed Patman, 54, dan Darya Khan Safi, 49. Keduanya  telah  ditahan pada 4 September 2019 lalu.

“Kedua orang itu dicari oleh pihak berwenang Slovakia karena berkonspirasi untuk membunuh wanita berusia 25 tahun, yang tinggal di Austria dan bekerja di Slovakia di sebuah perusahaan yang dia jalankan bersama suaminya,” kata agensi itu dalam sebuah pernyataan.

Menurut The Daily Mail, wanita itu pindah ke Slovakia pada tahun 2017 setelah bertemu dengan calon suaminya dan masuk agama Yahudi. Pasangan ini dianggap telah menjalankan bisnis film dewasa, kadang-kadang juga muncul di layar indie.

Otoritas Inggris telah mengetahui rencana pembunuhan oleh Slovakia dan melakukan pengawasan kepada Patman dan Safi. Para tersangka beberapa kali diketahui terlihat berada di Austria dan Slovakia, tampaknya mengintai calon korban.

Penyelidik dari Unit Operasi Bersenjata NCA memperoleh catatan tentang jejak komunikasi telepon dan internet kedua tersangka tersebut, di mana mereka diduga membahas rencana untuk membunuh korban.

Kedua tersangka sekarang menjalani ekstradisi ke Slovakia dan diperkirakan akan hadir di hadapan pengadilan Inggris pada 12 September 2019.

Petugas Investigasi Senior NCA, Matthew Perfect, mengatakan Patman dan Safi ditangkap karena hasil kerja sama yang sangat baik antara NCA dan mitranya di Slovakia dan di seluruh Eropa. “Kerjasama internasional yang kuat adalah kunci dalam memungkinkan kami dan mitra kami untuk mengejar penjahat paling berbahaya lintas batas. ” Kata Matthew.

The Daily Mail melaporkan bahwa kedua orang itu mendapat suaka di Inggris setelah membantu pasukan Inggris di Afghanistan.  Patman disebut  telah bekerja sebagai agen intelijen Afghanistan dan mendapat izin keamanan AS.

Sumber : Sputnik

Tinggalkan Balasan