Kelompok UKM Gerabah di NTT Terkendala Pemasaran

    Gerabah

    Berita Baru, Manggarai Barat – Kampung Compang di Desa Golo Kempo, Kecamatan Sanonggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) selain terkenal dengan Panjuran Ajaib dan Keindahan Bukit Surga, juga terkenal membuat kerajinan Gerabah yang menarik nan luar biasa.

    Mereka memanfaatkan potensi alam yakni tanah liat untuk dijadikan beberapa hasil karya yang jarang dilakukan warga Manggarai Barat lainnya.

    Gerabah adalah satu jenis hasil keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat Kampung Compang. Gerabah bermaterial dasar tanah liat yang kemudian diolah menjadi souvenir unik dan khusus seperti Vas bunga, cangkir, periuk, Jerek dan gentong.

    Salah seorang perajin di kampung itu bernama Mar’ah, menceritakan bahwa, gerabah tersebut merupakan hasil produksi UKM yang dia dampingi secara mandiri dan ala kadarnya.

    “Kelompok UKM ini saya bentuk dan dampingi untuk membuat kerajinan tangan dengan material tanah liat. Pengolahanya menggunakan metode “ala kadar” dan sesuai kemampuan kami,” kata dia kepada Kominfo Mabar, Minggu (13/10/2019).

    Menurut dia, pihaknya membutuhkan bantuan, agar pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bisa memberikan pelatihan kepada kelompok UKM di tempat ini, agar mampu memproduksi gerabah dengan cara yang modern.

    Berita Terkait :  Papua dan NTT Jadi Prioritas Program LTSHE PLN di 2019

    Perihal omzet yang telah mereka capai perbulannya, dia mengaku masih belum maksimal. Sejauh ini, baru berkisar satu hingga dua jutaan per bulan. Untuk harga gerabah ini bervariasi berdasarkan jenis dan kelas kualitasnya masing-masing.

    Senada disampaikan Marah, Kepala desa Golo Kempo Abdul Malik menuturkan tentang kendala yang dialami warganya saat ini.

    “Terus terang, kami masih mengalami kendala di pemasaran sehingga kerajinan dari UKM ini belum mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karenanya saya berharap akan ada yang membantu memasarkan hasil kerajinan dari warga kami ini,” kata Kades Golo Kempo. (*)

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan