Berita

 Network

 Partner

Kejari Depok Akan Hadirkan Dua Saksi Ahli Tangani Hoax Babi Ngepet

Kejari Depok Akan Hadirkan Dua Saksi Ahli Tangani Hoax Babi Ngepet

Berita Baru, Depok – Setelah menghadirkan tujuh saksi di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Depok akan menghadirkan ahli bahasa dan ahli sosiolog dalam menangani kasus penyebaran berita bohong penangkapan babi ngepet yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan laporan Jaksa Penuntut Umum, Selasa besok tanggal 12 Oktober 2021 dipersidangan dengan agenda pembuktian, Jaksa akan menghadirkan 2 ahli yakni Ahli Bahasa Profesor dari Universitas Pendidikan Indonesia dan  Ahli Sosiolog dari universitas Trisakti,” kata Kasintel Kejari Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu, Selasa (5/10).

Dalam keterangan resminya, Rio menjelaskan, ketujuh saksi yang telah dihadirkan ke persidangan memberikan keterangan sesuai dakwaan JPU.

“Jadi total sudah 7 saksi yang di hadirkan oleh Jaksa penuntut umum Alfa dera dan Dwi Putri, yang mana seluruh saksi saksi dihadirkan kesemuanya menerangakan  sesuai apa yang didakwakan oleh Jaksa penuntut umum yakni terdakwa melakukan perbuatan Pidana Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 14 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” paparnya.

Sebelumnya, sebut dia, sidang yang telah masuk agenda pembuktian JPU itu menghadirkan dua orang saksi  yakni Didi Candra dan Iwan kurniawan.

“Dua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa penuntut umum kejaksaan negeri Depok  di persidangan dengan  agenda pembuktian menerangkan saksi disuruh oleh Terdakwa Adam ibrahim mengambil Babi hutan yang dipesan online oleh Terdakwa di daerah puncak serta saksi Iwan Kurniawan yang melakukan penangkapan terhadap babi hutan dalam keadaan telanjang atas perintah terdakwa Adam ibrahim alias Adam bin H. luki,” terang Rio.

Lanjut Rio, seluruh strategi penangkapan atau ritual diperintahkan Terdakwa menggunakan aplikasi berbagi pesan Whatapps. Bukti chat tersebut juga ditunjukan JPU dalam persidangan. 

Dia menerangkan, fakta lainnya yang terungkap dalam persidangan tersebut adalah hewan yang awalnya dikabarkan sebagai babi ngepet ternyata hanyalah babi hutan.

“Dipersidangan juga didapatkan fakta kondisi Babi  yang ditangkap  oleh 4 warga tanpa busana  “babi linglung dan lemas”  seperti dari perjalanan jauh yang mana keterangan itu   sesuai keterangan Didi Candra  yang menerangakan babi baru saja diantar oleh saksi didi Candra bersama rekannya dari daerah puncak,” pungkas Rio.

Berita Terkait :  Vaksinasi Guru di Gresik Ditargetkan Rampung Sebelum Belajar Tatap Muka Dimulai