Berita

 Network

 Partner

Kecewa dengan AS dan Australia, Prancis Sepakat Bekerja Sama dengan India
Foto: AFP.

Kecewa dengan AS dan Australia, Prancis Sepakat Bekerja Sama dengan India

Berita Baru, Paris – Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar sepakat bekerja sama dalam sebuah program yang bertujuan untuk mempromosikan “tatanan internasional yang benar-benar multilateral”.

Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (18/9) setelah kekecewaan Prancis terhadap Australia dan Amerika Serikat, di mana kedua negara juga sepakat untuk memperdalam kemitraan strategis mereka, “berdasarkan hubungan kepercayaan politik antara dua negara berdaulat besar di Indo-Pasifik”.

Di samping itu, kedua menteri juga sepakat untuk bertemu di New York minggu depan, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk membicarakan perihal kerja sama “pada program bersama tindakan nyata untuk bersama-sama mempertahankan tatanan internasional yang benar-benar multilateral”, imbuhnya.

Berita Terkait :  SpaceX dan NASA Bersiap Luncurkan Program Anti-Armageddon

Subrahmanyam Jaishankar mengkonfirmasi hal tersebut dalam sebuah cuitan di Twitter.

“Membahas perkembangan terakhir di Indo-Pasifik dan Afghanistan dengan teman saya Jean-Yves Le Drian. Menantikan pertemuan kita di New York,” katanya.

Dalam beberapa tahun ini, Prancis merupakan salah satu negara yang telah berusaha meningkatkan hubungan ekonomi, politik dan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik, yang membentang dari India dan Cina ke Jepang dan Selandia Baru.

Panggilan telepon itu dilakukan sehari setelah pemerintah Prancis memanggil duta besarnya untuk Amerika Serikat dan Australia pasca Australia membatalkan perjanjian kerja sama kapal selam bernilai miliaran dolar dengan Prancis demi kemitraan dengan Washington dan London di kawasan Indo-Pasifik.

Berita Terkait :  Kerjasama dengan Unicef, Pogba Ingin Memerangi Virus Corona

Pihak Australia menyebut pembatalan itu sebagai “perilaku yang tidak dapat diterima”.

Namun Le Drian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa keputusan untuk memanggil kembali para duta besar atas permintaan dari Presiden Emmanuel Macron, adalah “dibenarkan oleh keseriusan luar biasa dari pengumuman” yang dibuat oleh Australia dan Amerika Serikat.

Atas penarikan itu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada hari Jumat bahwa AS menyesali keputusan Prancis dan akan terus terlibat dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan perbedaan antara kedua negara, menurut laporan Al Jazeera.

Pada gilirannya, Australia juga mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya juga menyesali keputusan Prancis atas penarikan duta besarnya, menambahkan bahwa mereka menghargai hubungannya dengan Prancis dan akan terus terlibat dengan Paris dalam banyak urusan lainnya.

Berita Terkait :  Jelang Laga Final UEFA Nations, Deschamps Beri Pujian Debutan Muda Spanyol