Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gazprom
Schalke putus kerja sama dengan Gazprom (foto: AFP/LEON KUEGELER)

Kecam Invasi Rusia, UEFA Stop Kemitraan dengan Gazprom

Berita Baru, Sepak Bola – Union of European Football Associations (UEFA) telah resmi memutus kemitraan dengan Gazprom yang merupakan perusahaan energi multinasional milik Rusia.

Hal itu sebagai bentuk empati federasi sepak bola Eropa kepada Ukraina yang hingga kini masih terdampak invasi Rusia.

“Hari ini UEFA telah mengakhiri kemitraannya dengan Gazprom di semua kompetisi,” demikian pernyataan UEFA yang dikutip dari laman resminya, Selasa (1/03/2022).

Perusahaan energi milik Rusia memang terlibat aktif menjadi sponsor di berbagai kompetisi bergengsi. Mereka pernah menjadi sponsor utama Piala Dunia 2018 di Rusia, Liga Champions, Liga Europa, dan sejumlah klub-klub besar Eropa, termasuk Chelsea.

Bahkan, perusahaan pimpinan Viktor Zubkov tersebut juga menjadi pemilik klub FC Zenit Saint Petersburg yang kini menjawat di kasta Liga 1 Rusia.

Sebelumnya, telah dinyatakan bahwa FIFA dan UEFA menindak tegas Rusia sebagai bentuk solidaritas kepada Ukraina. Kedua organisasi besar itu berharap agar kedua negara bersegara untuk damai.

“Sepak bola sepenuhnya bersatu di sini dan dalam solidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina. Kedua Presiden berharap bahwa situasi di Ukraina akan membaik secara signifikan dan cepat sehingga sepak bola dapat kembali menjadi vektor persatuan dan perdamaian di antara orang-orang,” ucap pihak UEFA.

Selain mencopot kemitraan, UEFA dan FIFA juga telah menangguhkan semua perwakilan maupun klub dari Rusia di semua kompetisi UEFA dan FIFA.

“Semua klub dan tim nasional Rusia diskors dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan lebih lanjut. Menyusul keputusan awal yang diadopsi oleh Dewan FIFA dan Komite Eksekutif UEFA, yang mempertimbangkan penerapan tindakan tambahan,” tandasnya.

“Keputusan ini diadopsi hari ini oleh Dewan FIFA dan Komite Eksekutif UEFA, masing-masing badan pembuat keputusan tertinggi dari kedua lembaga mengenai hal-hal mendesak tersebut,” imbuhnya.